Selasa, 07 April 2015

Hanya Tidur 4 Jam Sehari

TV ONE
Chaca Annisa
“Industri migas itu sebenarnya sangat potensial. Tapi menjadi masalah karena sistem Indonesia (yang mengurus migas) dirancang tidak sederhana,” begitulah kata-kata yang keluar dari bibir mungil Chaca Annisa
kepada Majalah O&G Indonesia ketika ditanya tentang gambaran umum industri migas di tanah air yang kurang berkembang, selepas menjadi moderator acara Business Forum “Kesiapan Indonesia Menuju Eksplorasi Laut Dalam” yang diselenggarakan oleh  Majalah O&G Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta akhir Oktober lalu.

Presenter cantik dari acara “Kabar Malam” dan dialog “Respon” di TV One ini mengatakan bahwa harus ada kerjasama yang intensif antara kementerian terkait untuk mengelola persoalan migas ini. “Saya lihat mereka koordinasinya hanya sebatas kertas doang. Seharusnya mereka mencari penyelesaian dari hal-hal yang selama ini menjadi penyulit bagi investor,” tuturnya. “Mudah-mudahan menteri baru (ESDM) bisa menempatkan orang-orang yang bisa mengambil keputusan yang menguntungkan bagi Indonesia dan tidak menganaktirikan investor. Mudah-mudahan menterinya bisa bekerja cepat ya,” harap perempuan kelahiran Medan, 6 Desember 1986 ini.

Untuk urusan kesibukan sehari-hari, Chaca mengisahkan selama 5 hari dalam seminggu ia harus stand by sebagai presenter TV One terutama pada malam hari dari pukul 16.00-23.00. Di sela waktunya bekerja, ia masih meneruskan kuliah S2 Kajian Gender tentang Politik Perempuan di UI. Ditambah dengan kesibukannya sebagai ibu satu putra bernama Kenzie Athaya sementara sang suami yang bekerja sebagai PNS sedang bertugas jauh di Kepulauan Natuna, membuatnya hanya bisa tidur selama 4 jam dalam sehari selepas bekerja, kuliah, serta mengurus anak. “Anak umur dua tahun, lagi lincah-lincahnya,” imbuh wanita yang tinggal di Bintaro ini.


Chaca mengungkapkan bahwa pekerjaannya sekarang sebagai presenter di televisi merupakan impiannya sejak usia 10 tahun. “Kesampaian cita-cita saya,” ucapnya. Satu lagi cita-cita kecilnya adalah ingin mengajar sebagai dosen. “Mudah-mudahan jadi dosen juga terwujud, maka saya ambil S2 Kajian Gender,” tutup wanita yang punya hobi melukis ini. RH