Jumat, 27 Mei 2016

Supaya Laku, 14 Blok Migas Dilelang dengan Gaya Baru

Wilayah Kerja Migas dilelang
dengan konsep baru agar menarik investor.
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- IPA Convex 2016 akhirnya ditutup pada hari ini. Di sela penutupan IPA Convex ke-40 tersebut, pemerintah kembali melelang 14 blok migas baru. Lelang kali ini diharapkan bisa menarik minat investor karena telah menggunakan konsep yang lebih fleksibel.

Disampaikan oleh Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, ada dua metode baru yang ditawarkan dalam lelang ini. Pertama, investor diberikan kebebasan melakukan penawaran bagi hasil sesuai nilai keekonomian. Kedua, investor dibebaskan menentukan nilai bonus tandatangan (signature bonus) untuk diajukan ke pemerintah. 

“Ini berbeda dengan tahun sebelumnya di mana hanya ada dua pilihan bagi peserta lelang: take it or leave it!” kata Djoko. Adapun Wilayah Kerja Migas Konvensional Tahap I tahun 2016 yang dilelang antara lain:

Mekanisme Reguler:
1. Blok South CPP. Memiliki luas area 2.672,53 km2. Terletak pada Onshore Riau ketersediaan data berupa 226 km seismik 2D dan 6 data sumur.
2. Blok OTI. Memiliki luas area 5.480,80 km2. Terletak di lepas pantai Kalimantan Timur, ketersediaan data berupa seismik 2D sepanjang 2.119,84 km, EMGS Survey, dan data 5 sumur.
3. Blok Suremana I. Memiliki luas area 2.885,21 km2. Terletak di Selat Makassar, ketersediaan data berupa speculative survey, EMGS survey dan data 1 sumur.
4. Blok Manakarra Mamuju. Memiliki luas area 7.033,19 km2. Terletak pada Selatan Makassar, dengan ketersediaan dara berupa seismik 2D (panjang lintasan 2.094,68 km) dan data 2 sumur.
5. Blok South East Mandar. Memiliki luas 3.410,51 km2, terletak pada Lepas Pantai Sulawesi Selatan - Sulawesi Barat. Ketersediaan dara berupa 55 lines seismik 2D dan data 3 sumur.
6. Blok North Arguni. Memiliki luas 5.397,96 km2, terletak pada Daratan Papua Barat. Ketersediaan data berupa seismik 2D (panjang lintasan 1.543,41 km) dan data 2 sumur.
7. Blok Kasuari II. Memiliki luas 1.821,29 km2, terletak pada Daratan Papua Barat. Ketersediaan berupa seismik 2D (panjang lintasan 1.543,41 km) dan data 2 sumur.

Mekanisme Langsung:
1. Blok Batu Gajah Dua. Memiliki luas 658,81 km2. Terletak pada Onshore Jambi, ketersediaan data berupa 94 lines seismik 2D (panjang 1.307,93 km) dan 9 data sumur.
2. Blok Kasongan Sampit. Memiliki luas area 8.124,56 km2. Terletak di daratan Kalimantan Tengah, dengan ketersediaan data 5 lines seismik 2D dan 3 data sumur.
3. Blok Ampuh. Memiliki luas area 7.896,25 km2. Terletak di Laut Jawa, ketersediaan data berupa 27 lines seismik 2D dengan panjang lintasan 1.278,8 km dan data 3 sumur.
4. Blok Bukit Barat. Memiliki luas 2.446,99 km2, terletak pada Lepas Pantai Kepulauan Riau, dengan ketersediaan data berupa 276 lime seismik 2D dan data 4 sumur.
5. Blok West Kaimana. Memiliki luas 4.116,27 km2. Terletak pada Daratan dan Lepas Pantai Papua Barat dengan ketersediaan data berupa 22 lines seismic 2D (panjang lintasan 599,7 km) dan data 7 sumur.
6. Blok Onin. Memiliki luas 5.094,41 km2, terletak pada Daratan dan Lepas Pantai Papua Barat dengan ketersediaan data berupa 60 lines seismic 2D dan data 2 sumur.
7. Blok Ebuny. Memiliki luas 8.208,32 km2. Terletak pada Lepas Pantai Sulawesi Tenggara dengan ketersediaan data berupa 119 lines seismic 2D dan data 1 sumur.

Selain itu, pemerintah juga membuka lelang untuk Wilayah Kerja Migas Non-Konvensional Tahap I 2016 yakni untuk Blok MNK Batu Ampar. Blok ini memiliki luas 2.452 km2 dan terletak di daratan Kalimantan Timur dengan kelengkapan data berupa 35 lines seismic dan data empat sumur. RH