Rabu, 22 Juni 2016

CGG GeoSoftware Upgrade Terus Software Geofisika untuk Eksplorasi Migas

Edwin Trisnohadi (kiri) dan Abdul Haris
(kanan) dalam acara serah terima software
dari CGG ke UI.
Foto: Ridwan Harahap
Depok, OG Indonesia -- CGG (Compagnie Generale de Geophysique) GeoSoftware, perusahaan yang berbasis di Perancis dan menjadi market leader di bidang penyedia jasa geofisika berupaya memberikan layanan terbaiknya dengan meng-upgrade terus produk softwarenya berganti versi dari tahun ke tahun.

Seperti diketahui, perkembangan software saat ini cepat sekali, setiap ada bug atau kelemahan pasti akan diikuti dengan upgrade baru dari developer sehingga produknya lebih mumpuni. "Kita punya rilis-rilis dari version-version, itu mungkin setiap tahun atau setahun setengah kita berganti versi," jelas Edwin Trisnohadi, Region Manager Far East CGG GeoSoftware saat acara penyerahan peranti lunak untuk kegiatan E&P dari CGG GeoSoftware kepada Universitas Indonesia di Kampus UI Depok, Rabu (22/06).

Diterangkan oleh Edwin, CGG GeoSoftware saat ini punya beberapa produk software di antaranya Hampson-Russell, Jason, dan PowerLog. "Jason yang melakukan analisa lebih advance itu sudah di-develop cukup lama, lebih dari sepuluh tahun. Sementara itu Hampson-Russell yang lebih standar. Dua-duanya adalah market leader di industri ini," terangnya.

Tak heran produk GeoSoftware CGG yang bisa dipakai dari kegiatan onshore, offshore bahkan deep water ini harganya cukup tinggi mencapai miliaran rupiah karena copyright-nya mahal. Edwin pun mengungkapkan harga software Hampson-Russell yang berkisar antara US$ 50-150 ribu, dan Jason yang bervariasi dari US$ 100-400 ribu. "Kalau kita lihat software yang lain pun harganya seperti itu," tuturnya.

Peran software dalam kegiatan eksplorasi migas memang cukup krusial. Software dari CGG berguna untuk mengolah data yang didapat dari kegiatan survei seismik sehingga dapat membantu kegiatan inversion dan interpretasi secara geofisika dari karakter reservoir. Seperti diketahui sebelum melakukan kegiatan pengeboran migas penting untuk dilakukan pemetaan dari kondisi sub surface sehingga bisa diketahui secara persis di mana titik pengeboran harus dilakukan.

Kendati mahal, peran software dalam kegiatan pengeboran sangat membantu dalam efisiensi pekerjaan karena membantu mengurangi kesalahan dalam penentuan suatu titik pengeboran yang mengandung sumber migas. 

"Analoginya seperti ini, dengan membeli software dengan harga US$ 100-150 ribu dia bisa save US$ 2-3 juta," jelasnya. "Software ini mengurangi resiko tersebut," sambung Edwin. GeoSoftware CGG sendiri saat ini banyak dipakai oleh berbagai perusahaan KKKS di Indonesia, di antaranya Pertamina, Chevron dan Total E&P Indonesie. 

Dan di tengah lesunya industri hulu migas yang berimbas pada kegiatan eksplorasi migas, CGG GeoSoftware pun tak pantang memberikan diskon harga untuk produk softwarenya. "Diskon pasti ada, dan SKK Migas pun sudah mengatur itu di mana meminta sampai setengahnya dari harga itu dipotong. Itu mau enggak mau kita jalankan kalau enggak kita enggak bisa menjalankan bisnis," ungkapnya.

Hibah Software ke Kampus UI
Bisnis bisa berkelindan dengan kegiatan filantropis. Demikian lah yang dilakukan oleh CGG GeoSoftware. Pada hari ini, Rabu (22/06), di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), CGG GeoSoftware memberikan hibah software E&P keluarannya yaitu Hampson-Russel, Jason dan PowerLog senilai miliaran rupiah.

Dikatakan Edwin, dengan hibah software kepada UI, CGG GeoSoftware sebenarnya juga sedang mempersiapkan banyak sumber daya manusia yang menguasai produk-produk software keluarannya. "Itu strateginya seperti itu, win win lah. Mungkin buat UI (keuntungannya) sekarang, dan win buat kita nanti kalau mereka sudah lulus. Jadi investasi lah," ucap Edwin.

Sumbangan software kepada UI yang akan banyak dimanfaatkan untuk program studi barunya yaitu Program Studi Sarjana Geologi dan Geofisika, serta sarjana dan magister Geofisika yang berada di Departemen Fisika FMIPA UI, akan banyak membantu pengembangan ilmu pengetahuan terutama terkait eksplorasi migas di kampus UI.

"Kita mendidik mahasiswa kan salah satunya mempersiapkan kompetensi mahasiswa agar siap di industri. Lewat kesempatan (hibah software dari CGG) ini, kita kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Sehingga kalau mereka (mahasiswa) mencari kerja mereka sudah siap dengan software ini," terang Abdul Haris, Dekan FMIPA UI. 

"Sumbangan peranti lunak ini sangat membantu mahasiswa dan juga para dosen peneliti untuk mengembangkan keilmuan geosains. Kami berharap untuk kolaborasi lebih lanjut untuk kemajuan penelitian dan pengembangan peranti lunak dalam industri migas," tutup Haris. RH