Jumat, 24 Juni 2016

Pemerintah Akan Perbesar Porsi Swasta di Sektor Ketenagalistrikan

Jarman, Dirjen Ketenagalistrikan (tengah)
membuka peluncuran Peringatan HLN ke-71.
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman menyitir pernyataan Presiden Jokowi, bahwa dalam pembangunan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya tak bisa semata-mata hanya diserahkan kepada pemerintah. Pihak swasta harus dilibatkan apalagi untuk mengejar target dari program 35.000 MW.

"Pak Presiden mengatakan bahwa (pembangunan listrik) ini sesuatu yang tidak bisa ditawar, dan porsi dari swasta akan diperbesar," kata Jarman saat membuka peluncuran kegiatan Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-71 di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (23/06).

Ia mencontohkan pengembangan ketenagalistrikan di berbagai negara dari Tiongkok, India, sampai Amerika Serikat yang semuanya melibatkan pihak swasta. "Semua melihat bahwa swasta sangat besar berperan. Ini yang harus kita lakukan supaya beban pemerintah dan PLN tidak terlalu berat lagi," ujarnya.

Karena itu Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), seperti disampaikan sang Ketua Umum Supangkat Iwan Santoso, dalam penyelenggaraan HLN ke-71 yang akan digelar pada 28 September hingga 27 Oktober 2016, menekankan pentingnya mewujudkan Catur Cita Ketenagalistrikan yaitu kecukupan, kompetitif, berkelanjutan dan merata demi terwujudnya "Indonesia Terang".

"HLN ke-71 diharapkan dapat menjadi momentum yang kuat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan tersedianya listrik yang cukup dan merata di seluruh Indonesia untuk menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi," kata Iwan.

Ketua Panitia HLN ke-71 Noesita Indriani mengatakan dalam peringatan HLN ke-71 akan kembali mengadakan pameran yang akan menampilkan teknologi dan layanan yang terkait dengan aplikasi ketenagalistrikan terkini. 

"Pameran ini akan melibatkan begitu banyak potensi dari banyak pabrikan barang-barang yang akan menyukseskan pembangunan pembangkit listrik, kontraktor EPC, lalu ada konsultan dan asosiasi, pihak pemerintah termasuk PLN," papar Noesita. "Jadi pameran ini jadi ajang untuk memperlihatkan potensi kemampuan dari dalam negeri sejauh mana, meskipun kita terbuka juga akan investor dari luar negeri," tambahnya.

Agenda utama HLN ke-71 terdiri atas seminar pada 28-29 September 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), pameran pada 28-30 September 2016 di JCC, sepeda santai pada 16 Oktober 2016 di sekitar Jakarta Selatan, dan upacara peringatan HLN pada 27 Oktober 2016 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

"Untuk pamerannya, pada tahun ini akan lebih besar 50 persen daripada tahun lalu," ucap Noesita. Diperkirakan lebih dari 100 peserta pameran (exhibitor) yang terdiri dari perusahaan energi dan ketenagalistrikan lokal dan internasional akan berpartisipasi dalam pameran ini. RH