Kamis, 09 Juni 2016

Presiden Ingatkan Investor supaya PLTU Batang Kelar Tahun 2019

Presiden Jokowi siap tagih janji investor
bahwa PLTU Batang rampung di tahun 2019.
Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta, OG Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatanganan 'financial closing' Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang (Jawa tengah) senilai US$ 4,2 miliar dan sejumlah perjanjian proyek prioritas nasional lainnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (09/06).

Diketahui sebelumnya, pembangunan PLTU Batang sempat tertunda selama sekitar empat tahun karena masalah pembebasan lahan dan perijinan. Saat proyek PLTU Batang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu, Presiden berkomitmen untuk membantu menangani proyek-proyek yang terhambat karena berbagai persoalan.

"Kita tak mau lagi ada proyek yang berhenti, mangkrak yang tidak bisa diselesaikan gara-gara ijin, gara-gara pembebasan lahan, tidak, ini adalah sebuah bukti bahwa pemerintah bisa menyelesaikan persoalan, bukti bahwa pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan problem-problem yang ada, jangan ada yang ragu lagi, jangan ada lagi investor ragu," jelas Presiden Joko Widodo dalam pidatonya saat meresmikan PLTU Batang pada 28 Agustus 2015 lalu.

Sekitar 10 bulan setelah komitmen tersebut dibuat, masalah pembebasan lahan PLTU Batang dapat diselesaikan. Presiden kemudian menanyakan kepada pemerintah Jepang mengenai komitmen pembiayaan proyek tersebut.

"Saya sampaikan ke pemerintah Jepang sudah selesai. Tugas saya menyelesaikan pembebasan lahan. Sekarang saya bertanya gantian kepada Perdana Menteri, financial closingnya kapan? Ternyata tadi sudah diselesaikan langsung. Financial closing sudah diserahkan, artinya proyek ini berjalan meski sedikit terlambat dari janji saya, mundur sedikit. Tapi memang problem di lapangan bukan masalah yang remeh dan kecil," ungkap Presiden dalam arahannya.

Penandatanganan financial closing PLTU Batang ini sekaligus menandakan bahwa pemerintah Indonesia dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul di lapangan. Presiden mengatakan, untuk urusan yang terkait dengan kepentingan rakyat, pihaknya pasti akan turung langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Kalau itu untuk kebutuhan rakyat, kepentingan rakyat, kita akan juga ikut turun menyelesaikan masalah yang ada. Karena kita tahu, kalau ini tidak dimulai, saya sudah membayangkan 2019 byarpet akan tambah meluas. Begitu ini tidak selesai, investor lain juga akan berpikir ulang. Ini pesan bahwa pemerintah bisa menyelesaikan masalah," jelasnya.

Presiden kemudian meminta komitmen para investor terkait dengan pengerjaan proyek tersebut. Dirinya tidak menginginkan pembangunan PLTU ini terhambat di tengah jalan.

"Sekarang pemerintah sudah selesaikan masalah, saya minta investor agar proyek ini jangan mundur. Tahun 2019 sesuai janjinya harus selesai. Saya ikuti. Pasti saya cek dua-tiga kali ke lapangan. Urusan yang penting seperti ini pasti saya ikuti," tegas Presiden. RH