Rabu, 01 Juni 2016

Smart Grid Pun Kini Diterapkan di Bali


Denpasar, OG Indonesia -- Di Bali, sebagai dukungan atas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), PT PLN (Persero) meluncurkan Bali Eco Smart Grid sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih (KNEB) di Provinsi Bali.

Smart Grid adalah sistem jaringan listrik cerdas yang mengintegrasikan pengelolaan pembangkitan dan distribusi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dua arah antara PLN sebagai produsen listrik dengan pelanggan sebagai konsumennya.

Amin Subekti, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur & Bali PLN, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah kecil dari sebuah langkah besar menuju Bali sebagai "Clean And Green Province" yang telah dicanangkan oleh Menteri ESDM. "Yang dilakukan PLN melalui peluncuran Bali Eco Smart Grid ini adalah mengimplementasikan konsep Bali bersih dan hijau tersebut di sektor ketenagalistrikan," katanya saat acara peluncuran Bali Eco Smart Grid, Rabu (01/06), di Bali.

Dengan Bali Eco Smart Grid maka dalam implementasi ke depan, setiap penambahan kapasitas di Bali akan dipenuhi dari pembangkit EBT yang bersih lingkungan. Yang kedua adalah mengkombinasikan antara teknologi informasi dan teknologi jaringan listrik dalam konsep yang disebut Smart Grid yang intinya bagaimana ada satu grid yang bisa membaca koneksi PLN kepada pelanggan dan juga PLN kepada pembangkitan.

Banyak manfaat dan keunggulan dari penerapan Smart Grid ini. Di antaranya, PLN  bisa melakukan "adjustment" dengan cepat dalam proses operasi sistem kelistrikan. Selain itu masyarakat lebih terdorong untuk memanfaatkan dan menggunakan EBT. 

"Jadi, dengan penerapan Smart Grid ini memungkinkan partisipasi dari sumber energi terbarukan dan pembangkit listrik hybrid ke dalam sistem tenaga listrik. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi Bali dengan memanfaatkan potensi EBT yang ada di Bali, sekaligus untuk menjaga kehandalan pasokan listrik," ujarnya.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali I Ketut Wija mengatakan, program Bali bersih dan hijau ini tidak terlepas dari peran dan kontribusi PLN. Menurutnya program Bali Eco Smart Grid ini akan dapat mengintegrasikan energi baru dan terbarukan yang akan dikembangkan dan menstimulasi masyarakat maupun swasta untuk lebih giat mengembangkan pemanfaatan EBT di Bali.

"Peluncuran program ini merupakan awal maju selanjutnya dari PLN dalam penerapan teknologi informasi dan pemanfaatan sumber energi yang bersih lingkungan," tutur Ketut.

Perbedaan mendasar Smart Grid dengan sistem tenaga listrik konvensional yakni pada sistem konvensional hanya ada aliran satu arah dari PLN ke konsumen. Sedangkan pada Smart Grid terjadi hubungan timbal balik atau dua arah antara PLN dengan konsumen, dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi.

Dengan adanya Smart Grid, pelanggan dapat melakukan pemantauan secara real time terhadap penggunaan energi listrik mereka. Pemanfaatan teknologi telekomunikasi yang memungkinkan adanya komunikasi dua arah dalam metering energi listrik dari sisi pelanggan dan jaringan milik PLN maka pemakaian energi menjadi lebih optimal dan efisien. Teknologi ini juga membantu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan adanya sistem otomatis yang memungkinkan pemulihan gangguan secara lebih cepat.

Smart Grid sebagai terobosan baru juga membuka peluang meningkatkan peran pelanggan PLN yang selama ini menjadi konsumen juga sekaligus menjadi produsen listrik. “Ini berlaku bagi pelanggan PLN yang sudah memasang panel surya di rumah atau bangunan miliknya. Nantinya mereka akan dipasangi meter listrik sistem ekspor impor," pungkas Amin. RH