Rabu, 15 Juni 2016

Tak Ada Perubahan Porsi Tenaga Kerja di Tambang Emas Martabe

Porsi tenaga kerja lokal dan nasional
sebesar 98% di Tambang Emas Martabe.
Foto: Agincourt Resources
Jakarta, OG Indonesia -- PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara memastikan tak akan ada perubahan dari sisi tenaga kerja lokal dan nasional di Martabe seiring berubahnya kepemilikan saham di PT Agincourt Resources.

Seperti diketahui komposisi kepemilikan saham telah berubah medio Maret lalu, di mana G-Resources yang tadinya pemegang saham utama PT Agincourt Resources, digantikan oleh konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital, sebuah perusahaan dana ekuitas pertambangan swasta asal Australia.

Alhasil EMR kini memiliki saham mayoritas sebesar 61,4%, Farallon Capital sebanyak 20,6%, Martua Sitorus 11% dan Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono 7%. Sementara kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara tidak mengalami perubahan.

Presiden Direktur Tambang Emas Martabe Tim Duffy mengatakan tak akan ada pengurangan porsi tenaga kerja yang berasal dari lokal dan nasional yang dilakukan pemegang saham baru di Martabe. "Pada intinya tidak ada (perubahan)," kata Tim Duffy kepada wartawan termasuk OG Indonesia di Jakarta, Selasa (14/06). 

Diterangkan olehnya saat ini sebanyak 70% tenaga kerja di Martabe berasal dari tenaga kerja lokal sekitar tambang, 28% berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang merupakan para ahli dan profesional di bidang pertambangan, dan sisanya 2% berasal dari luar negeri yang merupakan para Technical Advisor.

Tim Duffy menegaskan bahwa justru perusahaannya berusaha untuk mengurangi 2% karyawan yang berasal dari luar negeri tersebut. "Malah kami berkeinginan untuk mengurangi yang 2 persen tadi," ucapnya. 

Ditambahkan oleh Linda Siahaan, Wakil Direktur PT Agincourt Resources, secara operasional tidak ada perbedaan di tengah perubahan kepemilikan saham di PT Agincourt Resources. "Kita tetap menggunakan karyawan yang lama, standar operasinya juga sama dengan peralatan yang sama. Kalaupun ada perbedaan itu lebih ke arah improvement untuk kemajuan," paparnya. 

"Intinya karyawan tetap kita pertahankan sesuai kebutuhan. Khusus untuk tenaga asing kita ikuti pemerintah. Kalau bisa nasional kenapa harus asing, tapi sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya. RH