Selasa, 12 Juli 2016

Cegah Produksi Anjlok, Pertamina Didorong Mulai Investasi di Blok Mahakam

Jakarta, OG Indonesia -- Kontrak Total E&P Indonesie di Blok Mahakam baru akan habis pada 31 Desember 2017. Tetapi Kementerian ESDM mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mulai melakukan investasi di blok penghasil gas bumi terbesar Indonesia itu dari tahun ini. 


Tujuannya ialah untuk menjaga tingkat produksi minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam. Jika Total yang berinvestasi untuk kegiatan eksplorasi, tentu raksasa migas asal Prancis tersebut dirugikan karena hasil pengeboran baru bisa dinikmati pasca 2017 setelah mereka angkat kaki.

Kalau tak ada pengeboran baru, produksi migas Blok Mahakam pasti akan anjlok, decline rate (rasio penurunan produksi) tak bisa ditahan. Dengan pertimbangan tersebut, maka Kementerian ESDM ingin Pertamina saja yang berinvestasi, toh hasilnya nanti akan dinikmati oleh Pertamina juga setelah 2017. 

"Kita dorong sekarang Pertamina yang investasi. Kalau mengebor sekarang kan hasilnya (produksi migas) baru tahun depan, 2017 sudah jadi punya Pertamina. Kalau nggak mengebor, ada program setahun yang berhenti. Kita harapkan produksi mulus," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Pengeboran sumur-sumur baru tetap akan dilakukan Total hingga akhir 2017 agar tak melanggar kontrak, Pertamina hanya menyediakan dana investasi. 

"Yang mengerjakan tetap Total biar tidak melanggar kontrak dengan SKK Migas. Kita mendorong begitu, semoga bisa segera dilaksanakan," cetus Wiratmaja.

Pertamina akan dilibatkan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget/WP&B) Blok Mahakam bersama dengan Total. Dari penyusunan WP&B ini akan ditetapkan rencana pengeboran-pengeboran sumur baru dan biaya yang harus digelontorkan Pertamina.

"Tentu akan didiskusikan bersama yang mana yang akan dikerjakan, biayanya berapa, caranya bagaimana. Nanti yang mengerjakan tentu Total," dia menjelaskan.

Ide Kementerian ESDM ini sudah disampaikan pada pihak Total. Sampai saat ini, tidak ada keberatan dari Total. 

"Dari komunikasi dengan Total, oke-oke saja, sangat open asal semua prosedur dipenuhi," tutur Wiratmaja.

Pihaknya akan segera menyiapkan regulasi tambahan apabila dibutuhkan untuk payung hukum. 

"Kita lagi diskusikan aturan apa yang dibutuhkan supaya drilling (pengeboran) berjalan terus. Didanai oleh Pertamina karena kan untuk pasca 2017," pungkasnya.