Rabu, 20 Juli 2016

LIPI dan JICA Ubah Limbah Batu Bara Jadi Bahan Baku Beton

Beton dari limbah batu bara.
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Inovasi bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Hakko Industry Co., Ltd melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah batu bara menjadi bahan baku beton ramah lingkungan. 

Hal tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dipaparkana dalam Diseminasi Hasil Penelitian Bahan Baku Beton Ramah Lingkungan dari Limbah Batu Bara pada Rabu (20/07) di kantor pusat LIPI, Jakarta.

Sepertu diketahui, di Indonesia pada saat ini volume limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri semakin meningkat dan semakin membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya, khususnya limbah yang belum termanfaatkan. Termasuk limbah batu bara yang sering disebut bottom ash yang penanganannya masih belum terselesaikan.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, inovasi teknologi sangat diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan seperti limbah tersebut, terutama di Indonesia. “Kerja sama antar lembaga penelitian yaitu LIPI dan JICA dan peran serta swasta dalam hal ini  Hakko Industry Co. Ltd. merupakan kerja konkrit dan diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dalam penanganan limbah batu bara,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pusat Inovasi LIPI, Nurul Taufiqu Rochman menambahkan bahwa kerja sama LIPI, JICA serta Hakko Industry sebenarnya telah dimulai sejak bulan Februari 2015. “Kerja sama ini dimulai dengan melakukan produksi terbatas produk beton ramah lingkungan, serta studi kelayakan produksi terhadap penerapan teknologi tersebut,” jelasnya. 

Nurul juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya JICA yang telah memfasilitasi kerja sama antara Pusat Inovasi dan Hakko Co. Ltd. terkait dengan pemanfaatan bottom ash menjadi salah satu produk yang bermanfaat.

Salah satu teknologi yang menjadi poin penting dalam produksi beton ramah lingkungan ini berupa cairan yang dikenal dengan nama YHR Liquid. “Cairan ini merupakan cairan yang berfungsi untuk menambah kekuatan beton dan memperpendek usia ‘pematangan’ beton,” ungkap Nurul. "Kami juga berharap inovasi ini untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang berminat," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengembangan Hakko Co. Ltd., Yoshihide Wada menjelaskan, proyek yang dilakukan JICA dengan LIPI telah berjalan dalam memproduksi beton ramah lingkungan dari bahan baku asal Indonesia dengan menggunakan teknologi Hakko Industry Co. Ltd.. “Kami sangat berharap kegiatan ini dapat membantu menyebarluaskan produk ramah lingkungan kepada masyarakat Indonesia melalui pengenalan terhadap karakteristik produk yang diproduksi di Indonesia,” pungkasnya. RH