Rabu, 31 Agustus 2016

Agresif di Geothermal, PGE Rogoh Kocek US$ 600 Juta di Tahun 2016

Ali Mundakir, Direktur Operasi
PT Pertamina Geothermal Energy
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Guna mengejar target kapasitas terpasang panas bumi sebesar 2.200 Megawatt (MW) pada tahun 2025, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengeluarkan dana besar untuk menjalankan proyek-proyek panas buminya.

Seperti untuk tahun 2016 ini PGE harus mengeluarkan kocek sebesar US$ 600 juta. "Untuk tahun ini 600 juta (dollar AS). Tahun depan di kisaran itulah, antara 500-600 juta dollar," terang Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Ali Mundakir di Jakarta, Rabu (31/08).

Dipaparkan oleh Ali, pada tahun ini proyek panas bumi PGE yang sudah bisa on stream antara lain di Ulubelu, Lampung sebesar 55 MW. "Insya Allah tiga hari lagi kalau tidak ada aral melintang akan ada tambahan kapasitas produksi 20 MW di Lahendong, Sulawesi Utara," ungkapnya. 

Saat ini kapasitas terpasang panas bumi di PGE diterangkan Ali sebesar 490 MW. "Dengan tambahan Lahendong 20 MW berarti akan menjadi 510 MW," ucapnya. 

Diceritakan Ali, pada tahun 2017 nanti PGE akan menambah kembali kapasitas terpasangnya sebesar 20 MW dari Lahendong Unit VI. Lalu di triwulan pertama 2017 akan ada sumbangan dari Ulubelu Unit IV sebesar 55 MW. 

"Untuk yang tahun ini targetnya 510 MW, tapi kita coba upayakan yang 20 MW di Lahendong (Unit VI) kalau bisa akhir tahun ini," lanjut Ali seraya mengingatkan bahwa di akhir tahun 2016 ini juga akan ada tambahan 30 MW dari Karaha, Jawa Barat.

"Jadi PGE ini memang sangat agresif mengembangkan energi geothermal ini," tegasnya. RH