Jumat, 05 Agustus 2016

BKI Lirik Sektor Energi

Foto: Istimewa
Jakarta, OG Indonesia -- Dalam rangka meningkatkan kepercayaan stakeholder kemaritiman, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI terus meningkatkan layanan. Peningkatan itu tidak melalui perbaikan sistem saja, akan tetapi mengkaji lebih dalam setiap faktor yang memungkinkan kegiatan perusahaan dan produk jasa dapat terhambat. Bidang usaha BKI pun terus dikembangkan, salah satunya juga melirik sektor energi.

"Oleh karena itu kita melakukan pembenahan internal ini secara bertahap, agar kegiatan produksi perusahaan dapat berjalan selayaknya sebagai perusahaan jasa inspeksi yang handal dan terpercaya," ujar Rudiyanto, Direktur Utama BKI, Kamis (04/08) di Jakarta.

Pembenahan tidak hanya dilakukan secara formal, tapi juga edukasi secara informal di mana Direksi dan Manajemen BKI semua melakukannya. "Kita juga melakukan kegiatan di luar jam kerja bersama, misalnya nonton bareng, touring, yang mana ketika waktu itu dilakukan dalam rangka kebersamaan satu sama lain sehingga mereka terikat secara emosional, sebab mereka di BKI dari latar belakang yang berbeda," tuturnya.

Rudiyanto menambahkan, cara pembinaan karakter seperti ini cukup ringan, tapi selayaknya dilakukan secara berkesinambungan dan salah satu cara ini dapat dilakukan untuk  karyawan yang baru masuk. "Mereka dibina sejak awal, dan ke-BKI-an mereka menyatu, sehingga diharapkan kesolidannya dapat diwujudkan ketika dalam kondisi kerja," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk membangun konsep perusahaan yang ideal dalam bidang jasa survei dan inspeksi kapal, maka pelayanan adalah yang paling utama. "Sebab, BKI adalah Perusahaan Not Only for Profit Oriented," imbuhnya.


Lebih lanjut Rudiyanto mengatakan, bahwa BKI punya jasa non-classification, yakni sektor komersial yang ditangani oleh Strategic Business Unit (SBU) yang terdiri dari SBU Industry, SBU Marine, SBU Energy, dan SBU Offshore. 

Sehingga sejak Menteri Perhubungan Ali Sadikin membentuk BKI di tahun 1964, perusahaan ini tak hanya lagi menyentuh stakeholder maritim saja. "Untuk itulah kita akan melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat melihat BKI sekarang seperti apa," pungkasnya. RH