Selasa, 09 Agustus 2016

CKB Logistics Siap Kelola Tiga PLB Baru

Presiden Jokowi mendapat penjelasan dari
Iman Sjafei, Presiden Direktur CKB Logistics
(paling kiri) saat peresmian 11 PLB di Cakung,
Jakarta, Maret 2016 lalu.
Foto: CKB Logistics
Jakarta, OG Indonesia -- Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Maret 2016 sebagai pengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) di Cakung, PT Cipta Krida Bahari atau dikenal dengan nama CKB Logistics siap kelola tiga lokasi PLB baru, yakni di Balikpapan, Surabaya dan Karawang.  

Tak hanya siap kelola tiga lokasi baru, CKB Logistics juga sedang menjajaki untuk mendaftarkan diri sebagai  pengelola PLB untuk sektor di luar pertambangan dan migas. “Saat ini, sudah ada mitra yang akan bekerjasama dengan perusahaan, kami berharap dapat  direalisasikan secepatnya,” ujar Iman Sjafei, President Direktur CKB Logistics dalam siaran pers yang diterima OG Indonesia, Selasa (09/08).

CKB Logistics menargetkan 50,000 meter persegi PLB terisi di tahun ini. “Kami mulai melakukan sosialisasi mengenai PLB ini kepada pelanggan-pelanggan kami sejak PLB diresmikan di bulan Maret tahun ini,” lanjutnya.  

Iman  mengungkapkan bahwa sudah ada lima perusahaan multinasional yang bergerak di industri penunjang migas dan pertambangan menyimpan alat-alatnya di fasilitas PLB milik CKB Logistics. Iman pun tak memungkiri bahwa terdapat perubahan di bisnis proses klien dengan adanya PLB, sehingga membutuhkan jangka waktu yang cukup untuk klien dapat memindahkan atau menempatkan barang-barangnya di PLB.   

CKB Logistics berharap bahwa perubahan Peraturan Menteri Perdagangan terkait dengan kegiatan verifikasi atau penelusuran teknis oleh pihak surveyor di dalam negeri untuk dapat segera difinalisasi. “Ini bisa mendukung pertumbuhan PLB lebih baik lagi, khususnya bagi pelaku industri pertambangan dan migas untuk memanfaatkan fasilitas PLB,” jelas Iman.    

Oleh  karenanya, Iman mengungkapkan pertumbuhan pendapatan PLB terhadap pendapatan perusahaan belum dapat dirasakan secara signifikan. “Semoga di akhir tahun dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi perusahaan di mana proyeksi pendapatan perusahaan dari PLB ini sebesar Rp 20 milyar, namun kami memahami bahwa prosesnya tidak instan,” ungkapnya.    

CKB Logistics merupakan salah satu dari 11 perusahaan yang ditunjuk menjadi pengelola PLB di tahap I, karena memiliki kesiapan dan rekam jejak yang sangat baik. Selain didukung dengan teknologi terkini di bidang inventori pergudangan, CKB Logistics bersertifikasi AEO (Authorized Economic Operator) yakni sertifikasi yang menyatakan bahwa perusahaan telah memenuhi standar keamanan, sistem manajemen dan kepatutan serta kepatuhan di pasar logistik internasional.     
             
Pusat Logistik Berikat sendiri merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II di bulan September 2015  lalu. Keberadaan PLB sangat diperlukan bagi pebisnis tanah air dan juga mancanegara dalam menunjang penyimpanan barang impor dan ekspor di Indonesia. Langkah yang dibangun pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai hub logistik Asia Pasifik. RH