Jumat, 12 Agustus 2016

Imbas Amnesti Pajak, Penjualan Truk Diperkirakan Meningkat di Akhir 2016

Penjualan truk diperkirakan meningkat
di akhir tahun 2016.
Foto-foto: Ridwan Harahap
Tangerang, OG Indonesia -- Program amnesti pajak yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo dinilai pelaku usaha otomotif akan berimbas positif bagi industri otomotif pada semester kedua tahun 2016 ini, khususnya untuk penjualan kendaraan niaga atau komersial.

Menurut Jap Ernando Demily, Wakil Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, dengan amnesti pajak maka pendapatan negara bisa bertambah sehingga proyek-proyek pemerintah seperti untuk infrastruktur bisa berjalan cepat. 


Lihat prospek positif di akhir tahun 2016,
truk Isuzu ikut warnai GIIAS 2016.
"Kalau melihat indikator, moga-moga semester dua bisa membaik," harap Jap Ernando Demily terkait peluang peningkatan penjualan kendaraan niaga setelah pemerintah terapkan program amnesti pajak, di sela-sela acara GIIAS 2016 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/08).

Ia bahkan mengungkapkan untuk truk Isuzu sampai akhir tahun diperkirakan market share-nya akan lebih baik. "Akan lebih baik, cuma volume ketekan karena total marketnya masih ketekan. Kita lihat saja rebound-nya di semester kedua ini seberapa cepat," tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Aloysius Chrisnoadhi, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales Operation di tempat yang sama. Menurutnya dalam enam bulan ke depan pasar truk UD Trucks yang cukup menjanjikan dari sektor kontruksi, logistik, dan tractor head

"Saya pikir kebijakan pemerintah (termasuk amnesti pajak) sudah benar dan buat kami pelaku pasar sangat optimis dan percaya itu akan membaik," ucap Aloysius. Ia pun menantikan dampak positifnya terhadap penjualan truk UD Trucks di lapangan. "Target penjualan (truk) kita dalam satu tahun 2.000 unit," sambungnya.

Sektor infrastruktur memang jadi pasar baru yang menarik bagi penjualan truk-truk komersial setelah industri tambang melesu. Dijelaskan Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur PT Hino Motor Sales Indonesia bahwa perusahaannya juga melirik sektor infrastruktur ini. 

"Kami mendukung pembangunan infrastruktur, kami ingin berkontribusi memajukan bangsa Indonesia dan juga masyarakatnya untuk kemajuan bersama," tegasnya. RH