Senin, 22 Agustus 2016

Ini Dia 'Harta Karun Energi' Yang Dapat Diandalkan


Jakarta, OG Indonesia-- Pemerintah tengah mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi dalam negeri dengan memasukkan porsi EBT sebesar 23% dari 35.000 MW. Dimasukkannya EBT sebagai sumber energi dikarenakan mulai menipisnya bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik.



Penggunaan sumber daya alam (SDA) Indonesia sebagai sumber EBT dinilai belum banyak dimanfaatkan mulai dari tenaga surya, air, hingga tenaga panas bumi. Namun, pemanfaatan panas bumi atau 'harta karun energi' sebagai sumber EBT dinilai paling dapat diandalkan karena pasokannya besar.

"Dari sekian komoditas EBT yang paling secure adalah panas bumi. Karena mereka intens masuk ke proses percepatan," kata Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana saat Diskusi Energi Kita di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Pihaknya juga menambahkan bahwa pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT harus dapat dirasakan masyarakat sekitarnya. Sehingga manfaat dari eksplorasi alam setempat sebagai sumber energi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh penduduk setempat.

"Dan menyangkut masalah sosial ini kami sadari apapun yang kita bangun di daerah sebisa mungkin sifatnya inklusif, sehingga jangan sampai mereka hanya jadi penonton. Misalnya Lahendong di mana Wali Kota keluhkan bahwa puluhan tahun mereka ada PLTP namun mereka hanya rasakan bau belerangnya saja," tutur Rida.

Selain itu, pihak swasta yang ingin melakukan kegiatan CSR juga diajak untuk ikut membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan berbasis EBT. Sehingga sumber daya alam yang ada di datang dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh penduduk setempat.

"Dan kami imbau kalau ada CSR, kalau masih ada komunitas yang belum punya listrik, sementara listrik tidak bisa langsung nyantol ke tegangan tinggi, bangun lah PLTMH atau kalau nggak ada air ya bangun PLTS," tutup Rida.