Selasa, 02 Agustus 2016

IPA: PP 79/2010 Akar dari Turunnya Investasi Migas

Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan siap bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk melakukan revisi terhadap PP 79/2010, dalam upaya  mendorong investasi kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia.

“PP 79 menjadi salah satu akar penyebab berkurangnya minat investor dalam penawaran tender blok migas dalam beberapa tahun ini terakhir,” kata Marjolijn Wajong dalam siaran pers yang diterima OG Indonesia di Jakarta, Selasa (02/08).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan hulu migas merupakan kegiatan operasi dengan risiko tinggi, membutuhkan modal yang  besar dan merupakan investasi jangka panjang, sehingga dibutuhkan arahan dan kepastian hukum yang jelas demi melindungi investasinya.

Namun ditambahkan olehnya, dengan diterbitkannya PP 79/2010 di tahun 2010 secara signifikan merubah tatacara perpajakan dan cost recovery dari operasi migas, yang sangat jauh berbeda dari semangat dan ketentuan awal dari kontrak kerja sama Indonesia, sehingga menyebabkan turunnya iklim investasi.

Pihak IPA pun menyampaikan bahwa dampak dari sektor hulu migas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup signifikan. Karena dapat memberikan dampak berkesinambungan yang besar melalui tersedianya sumber energi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, perolehan keterampilan, dan investasi sosial. 

“Kami berharap, bahwa kolaborasi erat dengan Pemerintah akan menghasilkan revisi PP 79/2010 yang cukup penting dan berarti,” ucap Marjolijn. Dijelaskannya, beberapa aspek teknis dalam peraturan tersebut, terutama menyangkut prinsip-prinsip perpajakan dan audit, tatakelola cost recovery, serta definisi risiko dan tanggung jawab, adalah isu-isu prioritas untuk dibahas bersama dan direvisi. 

IPA menghimbau Pemerintah untuk memasukkan kembali prinsip “assume and discharge” yang akan memberikan kepastian fiskal bagi para investor karena investor hanya akan dikenakan pajak penghasilan bila telah berhasil berproduksi.

“IPA mendukung upaya Pemerintah untuk menarik investasi ke dalam sektor hulu migas. Upaya ini sangat penting untuk mengimbangi produksi yang menurun dengan meningkatkan eksplorasi pencarian cadangan migas baru,” pungkas Marjoljin. RH