Selasa, 09 Agustus 2016

Kementerian ESDM Gandeng Jerman Lakukan Mitigasi Sistem Refrigasi dan AC

Penandatanganan MoU antara pihak
Ditjen EBTKE Kementerian ESDM,
GIZ, PNB, dan Polban.
Foto: GIZ 
Jakarta, OG Indonesia -- Dalam rangka berkontribusi pada upaya mencapai target pengurangan gas rumah kaca Indonesia, Kementerian ESDM mengembangkan aksi mitigasi yang layak secara nasional untuk sistem refrigerasi dan pendingin ruangan (Refrigeration and Air Conditioning) di sektor industri dan komersial.

Kementerian ESDM bersama Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan Politeknik Negeri Bali (PNB), berkomitmen untuk mengadakan pelatihan (TOT) teknis hidrokarbon mulai 2016 sampai April 2018. 
Dalam framework kerjasama bilateral Indonesia dan Jerman, GIZ atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Konservasi Alam, Bangunan dan Keamanan Nuklir (BMUB)mendukung inisiatif beserta implementasi pelatihan iniPenandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rudolf Rauch (GIZ), Rachmad Imbang Tritjahjono (PNB) dan Made Mudhina (Polban) serta disaksikan oleh Farida Zed (Direktur Konservasi Energi) pada Selasa (09/08) di Gedung EBTKE Jakarta.
Direktur Konservasi Energi, DJEBTKE, KESDM, mengatakan, “Upaya berkelanjutan pada sistem refrigerasi dan pendingin ruangan (RAC) harus didukung dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman teknis yang sesuai. Kerjasama pelatihan teknis ini telah mendukung dan mempromosikan pengenalan sistem yang hemat energi dan dioperasikan dengan menggunakan refrigeran alami seperti hidrokarbon.
Peningkatan kemampuan dalam instalasi dan operator ini akan berdampak terciptanya pelatih dan teknisi bersertifikasi yang mampu melakukan instalasi dan operasi alat pendingin yang menggunakan refrigeran hidrokarbon sesuai dengan standar keselamatan yang lebih baik. Di sisi lain, penggunaan refrigeran alami seperti hidrokarbon mempengaruhi tumbuhnya praktek dan produk ramah lingkungan di sektor-sektor lain.
Melalui kerjasama internasional Jerman, 2 unit pendingin hidrokarbon buatan lokal telah dihibahkan kepada Polban dan PNB untuk digunakan sebagai pendukung pelatihan dan alat uji kompetensi. RH