Rabu, 03 Agustus 2016

Kilang Balikpapan, Siap Tampung Dana Tax Amnesty

Jakarta, OG Indonesia-- Proyek Kilang Balikpapan, ditawarkan untuk menampung dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty. Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan proyek refinery development masterplan (RDMP) Kilang Balikpapan dipilih lantaran dinilai yang paling siap.


Sebab, Kalkulasi investasi sampai IRR (internal rate return/tingkat pengembalian modal) telah diselesaikan.

"Jadi betul tax amnesty ini dia tarik ke dalam negeri, enggak dikemanain, enggak menarik. Yang punya uang investor pebisnis juga, jadi pemerintah siapkan, salah satunya di kilang ini. Pembangunan kilang yang tadinya mau berpartner dengan Jepang," ucap Dwi di kantornya, Gambir, Jakarta, pekan lalu.
Dia menuturkan, investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Kilang Balikpapan ditaksir sebesar US$ 5 miliar untuk 2 tahap dalam 10 tahun. Bagi peserta tax amnesty pemegang dolar, proyek tersebut cukup menggiurkan ketimbang mendepositokannya di bank.

Menurut kalkulasi Pertamina, dibutuhkan investasi sebesar US$ 2,6 miliar di tahap pertama, kemudian US$ 2,4 miliar di tahap kedua, sehingga totalnya US$ 5 miliar.

"Jadi nanti IRR (internal rate return/tingkat pengembalian modal) antara 12%. Bagi yang punya dana dalam dolar, ini menarik," jelas mantan Dirut Semen Indonesia ini.