Selasa, 23 Agustus 2016

Lhoksukon Kini Nikmati Gas Kota Pertamina

Foto: Pertagas Niaga
Aceh Utara, OG Indonesia -- Warga Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara mendapatkan kado istimewa di bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Jaringan gas kota Kementerian ESDM dengan dana APBN Tahun Anggaran 2015 yang pembangunan dan pengelolaanya diserahkan ke PT Pertamina (Persero) akhirnya mulai mengalirkan gas ke rumah tangga pada Kamis (18/08) lalu. Kota Lhoksukon adalah kota kedua di Aceh yang menikmati program gas kota setelah kota Lhokseumawe.

Untuk mensuplai jaringan gas kota sebanyak 4.000 Sambungan Rumah tangga ini, PT Pertamina (Persero) membeli gas dari sumur gas Pertamina Hulu Energi NSO/NSB, dengan pasokan 0,5 MMSCFD. Jatah gas ini digunakan juga untuk mensuplai kebutuhan gas kota di Lhokseumawe yang telah gas in terlebih dahulu pada bulan Mei 2016 lalu.  

Selanjutnya Pertamina menunjuk afiliasinya, PT Pertagas Niaga untuk mengelola jaringan gas kota yang bekerja sama dengan BUMD Kabupaten Lhoksukon, PD Pase Energy. Wilayah Lhoksukon yang dialiri gas kota adalah kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas.

“Kami harapkan seluruh jaringan gas kota Lhoksukon ini bisa segera gas in dalam beberapa bulan ke depan sehingga warga bisa menikmati keuntungan gas kota. Dengan biaya gas kota Rp 5.913/m3 yang ditetapkan oleh BPH Migas, harapannya akan bisa meringankan beban masyarakat,” jelas President Director PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, dalam keterangan pers yang diterima OG Indonesia, Selasa (23/08).

Linda juga mengharapkan masyarakat bisa menjaga instalasi jaringan dengan baik sehingga instalasi gas kota dapat terus terawat dan keamanannya terjaga.

Sesuai dengan KepMen ESDM No.2042K/10/MEM/2015, PT Pertamina (Persero) ditugaskan pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur gas kota di Lhoksukon dan kota Pekanbaru. Dalam waktu dekat, Pertagas Niaga berencana akan mengoperasikan jaringan gas kota di Kabupaten Sidoarjo (tahap II), Ogan Ilir, Subang dan Kota Pekanbaru, Prabumulih (tahap III), Balikpapan yang merupakan penugasan dari Ditjen Migas, Kementerian ESDM. 

Targetnya total akan ada 98.500 SR yang akan segera beroperasi. Dengan adanya program jaringan gas kota ini, diharapkan pemerintah bisa menghemat anggarannya untuk subsidi LPG dan mendorong diversifikasi energi. RH