Sabtu, 20 Agustus 2016

Nias Bebas Pemadaman Listrik Jika PLTG Idanoi Rampung

Presiden Joko Widodo meninjau
pembangunana PLTG Idanoi di Nias.
Foto: Kris-Biro Pers Setpres
Nias, OG Indonesia -- Di penghujung kegiatannya di hari pertama kunjungan kerja di Sumatera Utara, Jumat 19 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo meninjau kawasan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Idanoi di Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. 

Setelah meninjau PLTG Idanoi itu, Presiden Jokowi menegaskan adanya keterbatasan pasokan listrik di Kepulauan Nias yang menyebabkan pemadaman listrik selama beberapa hari. "Bulan Juni yang lalu di Nias ini, listrik padam selama 12 hari," ujar Presiden Jokowi di hadapan para awak media.

Menanggapi masalah tersebut, Presiden Jokowi memberikan instruksi kepada Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTG Idanoi pada Oktober mendatang.
"Pak Dirut (PLN) dan Bu Menteri BUMN sudah menyanggupi Oktober selesai yang 25 megawatt," imbuh Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, pasokan listrik 25 megawatt dibangun untuk memenuhi kebutuhan pokok listrik di Kabupaten Nias. "Ini paling tidak cukup dulu, kalau ini rampung saya kira di sini Insya Allah sudah tidak ada pemadaman," ujar Presiden.

Namun Presiden juga berjanji akan menambah pasokan listrik sebesar 25 megawatt untuk pengembangan industri dan pariwisata di Kepualauan Nias pada tahun 2017.

"Karena kita ingin mengembangkan pariwisata, kawasan perikanan, ini perlu cold storage, perlu supply listrik sehingga dibangun lagi tahun depan 25 megawatt," terang Presiden.

Menutup keterangannya, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya fungsi pengawasan dalam setiap proyek pekerjaan di lapangan.

"Kalau perintah pasti prosesnya diikuti, lapangannya juga dikontrol, sehingga proyek kita akan selesai semuanya," tutup Presiden Jokowi.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Joko Widodo hadir didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Setelah meninjau PLTG Idanoi, Presiden melakukan peletakan batu pertama pembangunan Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV sepanjang 110 km. RH