Kamis, 04 Agustus 2016

Pekerja Pertamina Tolak PGE Diambil Alih PLN

Foto: Istimewa
Jakarta, OG Indonesia – Rencana Kementerian BUMN untuk mengalihkan aset perusahaan Pertamina yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) kepada PLN dicium oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Proses ke arah sana sudah dimulai dengan disepakatinya MoU antara Pertamina dan PLN. Tujuannya disinyalir untuk mendukung mega proyek listrik 35.000 MW.

Presiden FSPPB Noviandri menegaskan upaya pengambilalihan PGE oleh PLN harus ditolak. “Pengambilalihan PGE oleh pihak manapun harus ditolak karena PGE merupakan bagian dari bisnis Pertamina untuk menjadi National Energy Company sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan,” kata Noviandri di Jakarta, Kamis (04/08).

Pengambilalihan PGE oleh PLN, dikatakan Novi, merupakan upaya untuk menyingkirkan Pertamina dari industri energi. “Aset Pertamina PGE selanjutnya akan menjadi ajang bancakan pemburu rente dengan tangan PLN,” ungkapnya.

Ditambahkan olehnya, pengambilalihan PGE oleh PLN bukan dalam rangka menyelamatkan rakyat Indonesia dari krisis energi listrik. “Bukan pula untuk menyelamatkan daya beli rakyat dari harga listrik yang tinggi namun semata-mata adalah kepentingan para cukong dan taipan dalam menguasai aset negara, baik Pertamina dan PLN,” bebernya.

Karena itu, FSPPB mendesak Kementerian BUMN untuk membatalkan rencana pengambilalihan PGE oleh PLN. FSPPB juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan penguatan regulasi percepatan pengembangan panas bumi, terutama terkait iklim investasi dan tarif energi panas bumi.

“FSPPB mengajak seluruh rakyat Indonesia dan Serikat Pekerja PLN bersatu untuk menolak segala bentuk liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi energi nasional yang notabene merupakan kepentingan asing dalam menguasai kekayaan energi nasional, mengambil alih aset-aset BUMN dan menguras rakyat dengan harga energi yang tinggi,” paparnya panjang. RH