Jumat, 19 Agustus 2016

Peringati HUT ke 17, SP PLN Terus Perjuangkan Kedaulatan Energi Bangsa

Ketua Umum SP PLN Jumadis Abda
bersama Direktur Utama PLN Sofyan
Basir dalam acara peringatan
HUT ke 17 SP PLN,
Foto: SP PLN
Palembang, OG Indonesia -- Serikat Pekerja PLN (SP PLN) menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih belum berdaulat atas sumber energinya sendiri. Karena itu SP PLN terus berjuang demi kedaulatan energi bangsa.

Hal tersebut tercermin dalam acara HUT SP PLN ke 17 tahun 2016 yang mengusung tema "Perjuangan Kedaulatan Energi Bangsa". Menurut Ketua Umum SP PLN Jumadis Abda tema tersebut sengaja dipilih karena saat ini Indonesia belum berdaulat terhadap energinya sendiri.

Ia mencontohkan dalam bidang kelistrikan di mana penguasaan negara justru berusaha dikerdilkan dengan penyerahan sektor strategis tersebut kepada swasta. "Hal ini dapat terlihat dalam program 35.000 MW yang diarahkan kepada penguasaan swasta terhadap cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu," kata Jumadis Abda dalam acara Peringatan HUT SP PLN ke 17 yang berlangsung Kamis (18/08) di Auditorium Kantor PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan, Palembang, Sumatera Selatan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang didampingi oleh Direktur Human Capital Management. Hadir pula sekitar 500 orang pengurus SP PLN seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari berbagai level Dewan Pimpinan (DPP, DPD, DPC dan DPAC) dan juga sesepuh penggiat perjuangan SP PLN. Sofyan Basir sendiri dalam sambutannya juga ikut mendukung penguasaan negara dalam bidang kelistrikan yang sesuai dengan UUD 1945.

Dilanjutkan oleh Jumadis Abda, menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 2 telah jelas disebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting itu seperti kelistrikan harus dikuasai negara. "Jadi tidak boleh perusahaan privat menguasainya," tegasnya. 

Sementara dari sisi hulu energi primer, menurut Jumadis, penguasaan negara sampai saat ini juga masih lemah. Di mana sebagian besar energi murah di Indonesia lebih banyak diperuntukkan untuk negara lain. 

"Seperti energi bersih gas alam. Justru hampir separuh produksi Indonesia diekspor dengan harga murah ke asing. Sementara untuk ke dalam negeri justru dijual mahal. Rata-rata harga jualnya dua kali lipat dibandingkan yang diekspor," terangnya seraya menambahkan kalau gas tersebut diperuntukan untuk kelistrikan nasional secara terintegrasi maka biaya pokok produksi PLN bisa lebih rendah sehingga harga listrik untuk masyarakat pun jadi lebih murah.

Lebih jauh Jumadis mengatakan dengan semangat HUT SP PLN kali ini SP PLN bertekad mewujudkan kedaulatan energi di tanah air sendiri dan bersinergi dengan semua unsur yang ada. "Seperti dengan manajemen PLN sendiri dan SP BUMN energi yang lain seperti dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan SP PGN untuk mendorong pemerintah mewujudkan kedaulatan energi di bumi Indonesia sendiri demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya. RH