Minggu, 21 Agustus 2016

UT School Cetak Tenaga Kerja Andal Alat Berat

Jebolan UT School banyak dicari oleh
berbagai perusahaan.
Foto: utschool.sch.id
Jakarta, OG Indonesia –- Slamet kini sudah bisa membelikan sawah dan sapi untuk orangtuanya di Gunung Kidul. Rumahnya yang dulu berupa gubuk reyot pun kini berganti bangunan layak yang berdiri tegak di desanya. Padahal kala kecil dan selama tumbuh dewasa, hidup Slamet dan keluarga cukup sulit bahkan untuk sekedar makan sehari-hari. Semuanya berubah ketika ia dibantu bersekolah di UT School, dan setelah lulus dapat bekerja di PT Pamapersada Nusantara (PAMA), sebuah perusahaan di Grup Astra yang bergerak di bidang pertambangan.

Slamet yang merupakan angkatan kedua UT School yang lulus tahun 2010 merupakan contoh sukses jebolan UT School yang dapat merubah hidupnya lewat pendidikan yang baik serta pekerjaan yang mapan. “UT School ini sebetulnya salah satu bentuk pengejawantahan dari Corporate Social Responsibility kami, terutama untuk perusahaan kami yang core business-nya di heavy equiptment, mining dan energi,” terang Dewi Istijati, HC Advisor Talent Management Development-Human Capital PT United Tractors Tbk ketika ditemui OG Indonesia beberapa waktu lalu.

UT School yang berada di bawah payung Yayasan Karya Bakti UT memang merupakan inisiatif dari United Tractors, perusahaan alat berat yang berada di dalam Grup Astra. Lewat pendidikan di UT School diharapkan dapat dicetak tenaga andal terutama untuk operator dan mekanik alat berat dengan standar kualifikasi bertaraf internasional.

Diterangkan oleh Direktur UT School Teguh Setiono dalam kesempatan yang sama, lahirnya UT School di samping sebagai salah satu program CSR dari United Tractors tetapi juga karena adanya kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menguasai alat berat. “UT School itu identik dengan lembaga pelatihan keterampilan alat berat. Sampai sekarang kita punya 723 SMK binaan, dan kita juga bekerjasama dengan 39 universitas,” kata Teguh.

Teguh Setiono (Direktur UT School)
dan Dewi Istijati (HC Advisor Talent
Management-Human Capital
PT United Tractor Tbk)
Foto: Ridwan Harahap
Saat ini UT School telah memiliki tempat pelatihan di 19 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari Medan sampai Sorong. “Itu kami merekrut siswa sampai ke daerah-daerah pelosok di berbagai wilayah di Indonesia, karena ternyata banyak anak-anak kita yang pintar-pintar tapi untuk meneruskan kuliah biayanya tidak ada,” paparnya. “Dan memang siswa kita kebanyakan orang-orang enggak punya,” sambung Teguh.

Sejak berdiri di tahun 2008, UT School telah berhasil menghasilkan lulusan sampai 14.008 orang. Di mana untuk program pelatihan 1 tahun untuk mekanik sudah mencapai batch ke 17, sedangkan untuk operator sudah sebanyak 8 batch. “Sementara untuk program 6 bulanan kita sudah banyak lulusannya,” ucap Teguh.

Dalam pendidikannya, UT School yang dibantu oleh sebanyak 46 instruktur, mengutamakan kesiapan dari peserta didik untuk dapat bekerja secara terampil di lapangan. “Satu hal yang membuat kita beda dari lembaga pelatihan yang lain, di mana kita ada bimbingan mental dan fisik sehingga teman-teman yang belajar ini mindset-nya berubah dan siap untuk bekerja dari sisi keterampilan, mental serta fisik,” beber Teguh.

Tak heran jebolan UT School banyak dicari oleh berbagai perusahaan dari sektor tambang, perkebunan sampai konstruksi dan infrastruktur. Teguh pun mengungkapkan data, dari lulusan di tahun 2016 ini, sekitar 81% sudah bekerja di sektor pertambangan, 18% di perkebunan, dan 1% di bidang konstruksi. 

“Sampai tahun ini ada perusahaan yang butuh sampai 180 orang. Namun sekarang saya enggak punya on hand, jadi yang mau wisuda pun sudah banyak dicari,” tuturnya. “Dan itu bukan hanya customer alat beratnya UT saja yang ambil, bahkan customer kompetitornya UT pun mengambil tenaga kerja di kita,” ujarnya bangga.

Ke depannya, pendidikan di UT School akan terus dikembangkan untuk aneka sektor. Dijelaskan oleh Dewi Istijati, pelatihan UT School juga akan merambah di luar sektor pertambangan, agro, konstruksi dan infrastuktur. “Seperti untuk pembangunan PLTU seiring program 35.000 MW itu akan kita siapkan ke arah situ,” pungkas Dewi terkait peluang-peluang pelatihan yang bisa dikembangkan oleh UT School. RH