Rabu, 14 September 2016

FSPPB Usulkan PGE dan PLN Bentuk Joint Venture

FSPPB menolak rencana akuisisi
PGE oleh PLN.
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Wacana akuisisi Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT PLN (Persero) terus berkembang. Pihak Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) pun menolak rencana tersebut. Sebagai masukan, FSPPB pun mengusulkan agar PGE dan PLN membentuk joint venture saja.

Ditegaskan oleh Presiden FSPPB Noviandri, konsep pengambilalihan oleh PLN terhadap kepemilikan saham Pertamina di PGE merupakan bentuk unbundling Pertamina. "Ini upaya pengkerdilan bisnis Pertamina dan akan menjadi bancakan pemburu rente dengan menggunakan tangan pemerintah," kata Noviandri dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (14/09).

Menurutnya tindakan akuisisi PGE oleh PLN bukanlah solusi tepat dalam rangka percepatan pemanfaatan energi panas bumi. Karena itu pihaknya meminta Presiden RI untuk segera melakukan penguatan regulasi dan percepatan pengembangan panas bumi terutama terkait iklim investasi dan tarif energi panas bumi.

FSPPB pun mengusulkan agar sesama BUMN seperti PGE dan PLN saling bersinergi dalam mengembangkan geothermal. "Kami mengusulkan untuk membentuk joint venture baru antara PGE dan PLN pada Wilayah Kerja Panas Bumi yang baru, agar dapat dimonitor dan dikontrol secara lebih sehat dan profesional," jelasnya. 

Usulan tersebut rencananya akan disampaikan oleh FSPPB kepada pihak Direksi Pertamina dalam waktu dekat. Menurut Noviandri, joint venture antara PGE dan PLN merupakan bentuk yang paling pas untuk meningkatkan pemanfataan geothermal untuk kepentingan nasional.

"Bentuknya seperti apa terserah nanti, akan disepakati namanya apa antara Pertamina dan PLN. Dengan begitu masing-masing akan fokus kepada kegiatan masing-masing," paparnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja PLN (SP PLN) Jumadis Abda. Menurutnya antar sesama BUMN harus saling bersinergi. "Kata kuncinya bukan akuisisi. Akuisisi tidak boleh terjadi antara sesama BUMN. Yang perlu dilakukan adalah sinergi antara BUMN yang ada," ucap Jumadis yang juga hadir di acara konferensi pers penolakan pengambilalihan PGE oleh PLN.

Ditambahkan oleh Ketua Serikat Pekerja PGE Bagus Bramantyo, akuisisi PGE oleh PLN akan menghambat pengembangan geothermal yang sudah berjalan. "Malah yang ada akan mematikan investasi yang sudah ada," tegasnya.

Saat ini Pertamina Geotherma Energy yang sudah berpengalaman sekitar 30 tahun di bidang usaha geothermal telah mengelola 22 Wilayah Kerja Panas Bumi di berbagai wilayah Indonesia dengan kapasitas terpasang sebesar 490 MW. RH