Sabtu, 24 Desember 2016

Pengeboran Sumur Eksplorasi Menurun Tajam Sejak Tahun 2012

Taslim Z. Yunus, Kepala
Bagian Humas SKK Migas
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Berdasarkan data SKK Migas, dari bulan Januari sampai November 2016, untuk kegiatan eksplorasi, pihak KKKS telah melakukan sebanyak 10 survei seismik, 11 survei nonseismik, 36 pengeboran sumur eksplorasi dan 3 re-entry sumur eksplorasi.

Diterangkan oleh Kepala Bagian Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus, dari pengeboran-pengeboran sumur eksplorasi yang dilakukan, 20 kegiatan sudah selesai dilakukan dengan hasil 7 sumur ditemukan migas (discovery), 7 sumur tidak ditemukan (dry), 5 sumur memiliki indikasi adanya hidrokarbon, dan 1 sumur masih dalam proses evaluasi. 

Taslim memaparkan jumlah kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sejak tahun 2012 menurun cukup tajam. "Tahun 2012 itu total yang ditajak itu 97 (sumur). Nah sekarang 32 (sumur eksplorasi yang konvensional), di mana yang baru selesai sebanyak 20 (sumur) tadi," kata Taslim di Jakarta, Jumat (23/12).

Sumur-sumur yang menghasilkan penemuan adalah Bambu Besar (BBS)-4 (Pertamina EP); Tiung-3 (PetroChina International Jabung Ltd.); Meliwis-1 (Santos (Madura Offshore) Pty Ltd); Lumbian-2 (Seleraya Merangin 2); AAL-4X (Santos Northwest Natuna B.V); ABG-3 (Pertamina EP); dan Sidayu-4 Vertikal (Saka Indonesia Pangkah Ltd).

"Yang terbesar adalah penemuan Sidayu dengan cadangannya sekitar 300 juta (barrel oil equivalent). Kalau struktur ini bergabung ke atas nanti, mungkin menyaingi Cepu," tuturnya.

Sementara untuk tujuh sumur yang dry hole, antara lain Merem-1 (Santos (Madura Offshore) Pty); Sidayu-4 (Saka Indonesia Pangkah Ltd); Tapen-2 (Pertamina EP); NEB-5 (Petrochina Jabung International Ltd); Bukit Tua East-1 (Petronas Carigali North Madura II Ltd); South Saubi-1 (Kangean Energy International); dan North Gemah-1 (Petrochina International Jabung Ltd).

"Kalau dilihat (yang dry hole) rata-rata tidak ada yang biaya tinggi, karena rata-rata di onshore atau di laut yang relatif dangkal," ucap Taslim. RH