Selasa, 27 Desember 2016

Serikat Pekerja Merasa Kecolongan Direksi Pertamina Bentuk Anak Perusahaan Shipping Baru

Sofyani Faisol, Ketua Umum
SP FKPPA (tengah)
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pada Jumat, 23 Desember 2016 jelang libur Natal kemarin, Direksi Pertamina telah menandatangani akta pembentukan anak perusahaan baru di bidang shipping yaitu PT Pertamina International Shipping. Kabar tersebut membuat kaget para pekerja dan pelaut Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA).

"Kita merasa kecolongan," tegas Sofyani Faisol, Ketua Umum SP FKPPA, dalam konferensi pers di kantor SP FKPPA di bilangan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (27/12). Isu tentang pembentukan anak usaha baru Pertamina di bidang shipping memang sudah lama berhembus, sejak tahun 2012. 

SP FKPPA menilai ada yang janggal dalam pembentukan PT Pertamina International Shipping, sebab Pertamina sudah memiliki anak perusahaan di bidang pelayaran shipping yaitu PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). 

"Penandatanganan dan pembentukan anak perusahaan shipping PT Pertamina International Shipping adalah langkah yang terburu-buru, di mana SP FKPPA menilai hal tersebut bisa jadi sebagai embrio melanggengkan masuknya Shipping Manajemen di dalam tubuh anak perusahaan shipping tersebut," papar Sofyani.

Padahal menurutnya, seharusnya bidang shipping diperkuat terlebih dahulu, dengan mengembalikannya menjadi Direktorat seperti dahulu, sebagai pijakan untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia seperti yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sofyani mengatakan agar rencana pembentukan Anak Perusahaan Shipping tersebut dapat dibatalkan dan kembali memperkuat anak usaha yang sudah existing, mengingat tugas bidang shipping sangat krusial perannya dalam kegiatan usaha Pertamina.

Keberadaan Pertamina Shipping di Pertamina memang menjadi jantung dalam pendistribusian BBM nasional ke berbagai wilayah Nusantara baik ke pelabuhan-pelabuhan besar maupun daerah-daerah terpencil. Saat ini Pertamina memiliki 67 armada kapal milik dan 200 lebih armada kapal charter untuk memastikan distribusi BBM sampai ke pelanggan dengan continuity of supply, safety, dan quality yang telah memenuhi standar internasional. 

"Sangat disayangkan misi mulia menjaga kelancaran distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri dalam rangka semangat mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan menjadikan Pertamina Shipping sebagai pelayaran kelas dunia, telah diusik oleh pembentukan Anak Perusahaan Shipping yang prematur, dan ironisnya justru di saat Pertamina Shipping berbenah memperbaiki diri," paparnya.

Karena itu SP FKPPA mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno yang berupaya membentuk Anak Perusahaan Shipping baru di Pertamina tersebut. Ditambahkan Sofyani, Menteri BUMN juga harus menghentikan semua proses pembentukan Anak Perusahaan Shipping sebelum Pertamina Shipping dijadikan Direktorat.

Ditegaskan Sofyani, jika tuntutan SP FKPPA tersebut diabaikan, pihaknya akan menggelar aksi doa bersama yang pasti akan mengganggu kegiatan operasional pendistribusian BBM lewat kapal. "Apabila dua minggu setelah pernyataan ini tidak ada tanggapan kami akan adakan aksi besar dan doa bersama yang pasti akan mengganggu operasional," pungkasnya. RH