Selasa, 10 Januari 2017

Dana Celengan Sawit Rp 9,6 Triliun Disiapkan untuk Program Biodiesel 2017

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pada tahun 2017 ini, celengan sawit alias dana sawit atau CPO fund yang dihimpun dari perusahaan-perusahaan sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit diproyeksikan akan terus mendukung program B20 atau mandatori biodiesel sebesar 20% dalam campuran Bio Solar.

"Dana yang disiapkan untuk dukungan tersebut mencapai Rp 9,6 triliun, sehingga subsidi per liter lebih kecil dari tahun 2016 yang mencapai Rp 4.500-Rp 5.500," kata Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit, kepada wartawan di kantornya di Jakarta, Selasa (10/01).

Jumlah tersebut sedikit turun dari dana sawit yang digunakan untuk mendukung program B20 pada tahun 2016 yang mencapai Rp 10,6 triliun. "Selama tahun 2016 program B20 dari Kementerian ESDM dengan dukungan dana sawit telah menyerap 2,7 KL biodiesel sawit, lebi besar dari target 2016 (PSO+PLN) yang 2,5 juta KL," papar Bayu.

Ditambahkan oleh Bayu, dari pungutan ekspor sawit di tahun 2016 dapat dikumpulkan total dana sebesar Rp 11,7 triliun. 

Pada tahun 2017 ini, selain dipakai untuk subsidi biodiesel, celengan sawit tersebut juga akan dimanfaatkan untuk peremajaan kebun rakyat sebesar Rp 400 miliar. "Ditambah dukungan untuk pengembangan sarana prasarana petani Rp 160 miliar, sehingga total dukungan dana yang langsung akan diterima petani mencapai Rp 560 miliar," terang Bayu.

Lalu, untuk dukungan dana riset dan pengembangan SDM akan dialokasikan sebesar Rp 160 miliar untuk membiayai riset yang telah dimulai sejak tahun 2016 maupun untuk riset-riset baru. 

Sementara untuk dana promosi dan diplomasi sawit disiapkan sebesar Rp 65 miliar dengan fokus pada pasar India, Pakistan, Belanda dan Tiongkok, ditambah perhatian khusus pada pasar dalam negeri, Italia, Spanyol dan AS.

"Total penerimaan dana sawit 2017 diproyeksikan moderat mencapai Rp 10,3 triliun dengan saldo kewajiban dan cadangan dana 2016 mencapai Rp 5,7 triliun," ucap Bayu. RH