Selasa, 24 Januari 2017

Martabe Produksi 310 Ribu Ounce Emas dan 2,4 Juta Ounce Perak Sepanjang 2016

Foto: Agincourt Resources
Jakarta, OG Indonesia -- Sepanjang tahun 2016, Tambang Emas Martabe berhasil mencatat produksi sebesar 310.550 ounce emas dan 2.424.537 ounce perak. Pencapaian tersebut naik 2,6 persen dibandingkan tahun 2015. Di mana pada tahun 2015 Tambang Emas Martabe memproduksi 302.449 ounce emas dan 2.534.486 ounce perak.

Berdasarkan data, pada kuartal keempat tahun 2016, produksi emas Martabe mencapai 82.831 ounce dan perak mencapai 633.229 ounce. Angka tersebut juga lebih tinggi dari kuartal ketiga 2016 dengan emas yang mencapai 80.755 ounce dan perak mencapai 648.009 ounce.

Dikatakan oleh Presiden Direktur Tambang Emas Martabe, Tim Duffy, bahwa tahun 2016 merupakan tahun yang baik bagi kegiatan operasional Tambang Emas Martabe. 

"Kami berhasil melampaui panduan rata-rata produksi kami. Kami berharap berlanjutnya fluktuasi harga emas dalam waktu singkat akan segera berakhir. Strategi terbaik yang dapat kami lakukan untuk menghadapinya adalah dengan mengoptimalkan efisiensi dan biaya operasional Martabe. Jika kami dapat meningkatkan kinerja operasional, maka kami akan mencapai posisi yang lebih baik untuk menangani tantangan-tantangan ekonomi yang akan kami hadapi," kata Tim Duffy, Senin (23/01).

Untuk kegiatan penambangan dan pabrik pengolahan bijih selama 2016 juga berjalan lancar dengan hasil melebihi target. Kegiatan penambangan saat ini dilakukan di dua lokasi pit setelah pengembangan Pit Barani yang menambah penambangan awal di Pit Purnama.

Sementara untuk modal yang dibelanjakan oleh Martabe hingga kuartal keempat 2016 mencapai USD 43,3 juta. Sedangkan pengeluaran biaya eksplorasi mencapai USD 12,3 juta. Sebelumnya panduan 2016 memperkirakan bahwa belanja modal mencapai USD 67 juta dan biaya eksplorasi USD 12 juta.

Untuk tahun 2017 ini, acuan produksi Martabe berada pada kisaran 250.000 - 300.000 ounces untuk emas dan 2 - 2,5 juta ounces untuk perak. Angka acuan produksi ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya dengan tantangan tambahan adanya pengelolaan bijih mineral berkadar rendah.

Saat ini Martabe tengah mengembangkan lokasi penambangan ketiga di wilayah Ramba Joring. Lokasinya tidak jauh dari dua lokasi tambang yang saat ini sedang digarap, Pit Purnama dan Pit Barani. "Di tahun 2017 ini, kami akan mulai merancang desain infrastruktur dan akses jalan sehingga di tahun 2018, kami sudah dapat menambang penuh di lokasi Ramba Joring," pungkas Tim Duffy. RH