Jumat, 20 Januari 2017

Terus Menanti Dirut Baru Pertagas


Jakarta, OG Indonesia -- Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) hingga kini masih lowong sejak Hendra Jaya diberhentikan pada awal September 2016 lalu. Masa tugas Hendra Jaya tidak lagi diperpanjang oleh Dewan Komisaris Pertagas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Agustus 2016. Itu artinya, orang nomor satu di Pertagas sudah hampir lima bulan mengalami kekosongan.

Tak lama setelah Hendra Jaya diberhentikan, direksi Pertamina sebetulnya optimistis penggantinya akan segera dicarikan oleh Dewan Komisaris. Pada Oktober 2016, Vice President People Management Pertamina Yudo Irianto mengatakan, perseroan sudah punya nama siapa yang akan mengisi bos Pertagas. Namun kapan dan siapa, Yudo masih merahasiakan namanya. Tapi, Yudo memastikan dalam waktu dekat, nama Direktur Pertagas siap diumumkan.

"Nama sudah punya, tinggal masalah waktu saja. Sekarang saja sudah ada di dewan pertimbangan karir Pertamina. Dalam waktu dekat kita umumkan," ujarnya, di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Nyatanya sampai sekarang belum ada pengumuman juga.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Hendra Jaya berhenti bukan berkaitan dengan pembentukan holding BUMN energi dan masih tingginya harga gas industri.

Menurutnya, ketika Pertagas dipimpin Hendra Jaya, sudah mampu menurunkan margin harga gas di Sumatera Utara sebesar USD1 per MMbtu. 

"Tidak ada (kaitannya dengan harga gas dan holding), karena Pertagas itu justru waktu dipimpin Hendra Jaya, anak usahanya Pertagas Niaga justru itu sejak Januari 2016 sudah menurunkan margin harga gas Sumatera Utara sebesar USD1 per mmbtu. Jadi, justru Pertagas salah satu entitas bisnis yang aktif untuk dukung kebijakan pemerintah memberikan harga gas yang kompetitif kepada masyarakat,” beber Wianda.

Lantas, kapan Dirut Pertagas akan ditentukan? RH