Minggu, 08 Januari 2017

Pertamina akan Rangkul Pertamini?

Ahmad Bambang, Wakil Direktur
Utama PT Pertamina (Persero)
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Jumlah SPBU Pertamina di seluruh wilayah Indonesia yang masih terbilang minim sangat memungkinkan untuk terus ditambah jumlahnya. 

Dikatakan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, dibanding dengan negara-negara lain jumlah SPBU Pertamina masih terbilang sedikit jika dibandingkan luas wilayah Indonesia. Saat ini di seluruh Indonesia terdapat sekitar 5.500 SPBU.

"Coba Anda lihat Thailand yang lebih kecil dari Indonesia tapi SPBU-nya banyak. Italia itu SPBU-nya lebih dari 20.000. Indonesia cuma 5.500, karena terlalu gede-gede," kata Bambang kepada OG Indonesia kala ditemui beberapa waktu lalu di kantornya.

Ia menjelaskan, peluang untuk memperbanyak SPBU sangat terbuka. Namun, saat ini memang desain SPBU di Indonesia standarnya butuh investasi yang besar. "Sehingga butuh throughput yang lumayan gede," katanya.

Alhasil, jarak antar SPBU di Indonesia pun menjadi jauh, lalu bermunculan banyak penjual BBM Pertamini di tengah-tengahnya. 

"Orang kan berpikir, kalau beli ke SPBU misalnya jaraknya 5 kilometer, mending di sini di Pertamini. Padahal beda harganya jauh lho, karena kan mereka juga beli dari SPBU ditambah ongkos angkut, dan lain-lain," paparnya. 

Ke depan, diterangkan Bambang, dalam membangun SPBU baru Pertamina bisa saja menurunkan jumlah nozzle yang ada menjadi hanya 1 atau 2 buah saja, sehingga bisa dibangun di banyak tempat.

"Kemudian selanjutnya kita bisa rangkul Pertamini, tetapi yang safety-nya bagus, karena kalau misal nanti kebakaran pasti Pertamina salah lagi," ucap Bambang.

"Jadi peluang untuk retail itu banyak sebenarnya, itu saya bicara baru BBM, yang lainnya sama seperti itu," pungkasnya. RH