Kamis, 12 Januari 2017

Pertamina Mulai Lirik Bisnis SPBU Listrik

Jakarta, OG Indonesia -- Pertamina harus siap mengantisipasi perkembangan SPBU listrik yang sekarang ini sudah marak di berbagai negara di dunia.

"Yang perlu diantisipasi perkembangan mobil listrik, jangan sampai ketinggalan. Karena di California, Amerika Serikat sudah banyak POM listrik," kata Berly Martawardaya, Pengamat Ekonomi UI kepada OG Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. "Di Singapura juga sudah ada, Tesla (perusahaan stasiun pengisian listrik) juga sudah masuk ke sana," lanjutnya.

Ia memperhitungkan dalam tiga tahun lagi mobil listrik akan mulai banyak masuk ke Indonesia. Bahkan BMW, Ford, dan perusahaan-perusahaan mobil ternama dunia sudah banyak yang membuat mobil listrik dengan harga yang kian terjangkau.

Dan seiring perkembangan teknologi mobil listrik dunia saat ini membuat pengisian listrik untuk mobil pun kian cepat. "Colokin listrik di POM itu cuma sepuluh menit. Kalau di rumah semalaman dicolok," katanya.

Ditambah dengan adanya tren pilihan masyarakat kini yang menyukai bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan, menurut Berly, Pertamina seharusnya sudah mempersiapkan SPBU untuk mobil listrik di Indonesia. 

"Sambil isi listrik sepuluh menit itu kan bisa sambil ngopi," ucap Berly menjelaskan potensi bisnis dari jasa lainnya seperti makanan dan minuman yang bisa ditawarkan bersama layanan pengisian bahan bakar listrik.

Berly menyarankan Pertamina bisa menggandeng PLN untuk pengembangan SPBU listrik ini. "Harus kerjasama dengan PLN. Kalau PLN kan sudah biasa dengan listrik, dan yang biasa mengelola POM kan Pertamina," tuturnya.

Pihak Pertamina sendiri sudah mulai melirik hal ini. Dikatakan oleh Ahmad Bambang, Wakil Direktur Utama Pertamina, saat ini Pertamina tidak menutup mata terhadap perkembangan mobil listrik tersebut.

"Mobil listrik akan tumbuh banyak, itu semua harus dilihat. Motor listrik dan bajaj listrik juga sudah ada," kata Ahmad Bambang kepada OG Indonesia

Karena perkembangan teknologi akan datang kian cepat, Berly Martawardaya mengingatkan Pertamina agar bergerak cepat sehingga tidak kalah dengan kompetitor. 

"Ini Pertamina jangan sampai ketinggalan, nanti yang nyiapin malah Shell atau Total. Kalau Pertamina nggak siap keburu diambil yang lain," pungkas Berly.RH