Rabu, 18 Januari 2017

Pertamina Siap Kelola 9 Blok Migas yang Habis Kontrak di Tahun 2017 dan 2018

VP Corporate Communication Pertamina
Wianda Pusponegoro menyampaikan
Pertamina siap kelola blok-blok migas
yang akan habis masa kontraknya.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pertamina siap untuk mengambil alih dan meneruskan pengelolaan semua blok-blok migas yang akan habis masa kontraknya pada tahun 2017 dan 2018 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication Pertamina, kepada media di Hotel Four Season Jakarta, Selasa (17/01). "Kita paham di tahun 2018 ada beberapa blok migas yang akan terminasi, dan hampir dari semua blok migas ini kita sudah ajukan proposal kepada Pemerintah untuk mengajukan pengelolaan terhadap blok-blok tersebut," ucapnya.

Wianda pun membeberkan sembilan blok migas yang akan terminasi pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun ini ada Attaka PSC di offshore Kalimantan Timur di mana Chevron dan Inpex tak memperpanjang lagi kontraknya selepas 31 Maret 2017.

Sementara pada tahun 2018 mendatang ada delapan blok migas yang akan habis masa kontraknya. Mulai dari South East Sumatera PSC di offshore Sumatera Selatan dengan operatornya CNOOC yang akan habis kontraknya pada 5 September 2018.

Lalu ada East Kalimantan PSC (Offshore Kalimantan Timur/Chevron/25 Oktober 2018), Tengah PSC (Offshore Kalimantan Timur/Total/4 Oktober 2018), North Sea Block A PSC (Offshore Laut Natuna Barat/Pertamina/3 Oktober 2018), North Sumatera Offshore PSC (Offshore Sumatera Utara/Pertamina/15 Oktober 2018).

Masih ada lagi Ogan Komering JOB PSC (Offshore Sumatera Selatan/Talisman/28 Februari 2018), Sanga-Sanga PSC (Onshore Kalimantan Timur/VICO/7 Agustus 2018), dan Tuban JOB PSC (Onshore Jawa Timur/JOB Pertamina-Petrochina/28 Februari 2018).

"Kenapa kita bicara ini lebih awal, karena secara tata kelola kita ingin melakukan masa transisi yang secepat mungkin. Makanya kita berharap dua tahun sebelum masa berakhir kontrak tersebut kita sudah mengirimkan surat proposal kepada Pemerintah bahwa kita berminat untuk me-review lebih jauh dengan adanya opsi untuk mengelola blok-blok migas tersebut," pungkas Wianda. RH