Rabu, 18 Januari 2017

Skema Gross Split Resmi Dipakai Perdana di Blok ONWJ

Dirut PHE ONWJ Beni J. Ibradi (kiri)
dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi
(kanan) menandatangani perpanjangan
kontrak PHE di Blok ONWJ, disaksikan
oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memperpanjang kontrak Pertamina di Blok Offshore North West Java (ONWJ). Dan untuk pertama kalinya Pemerintah menerapkan skema bagi hasil gross split di blok tersebut.

Acara penandatangan perpanjangan kontrak dilakukan di Kantor Kementerian ESDM oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Beni Jaffilius Ibradi serta disaksikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. 

"Ini pertama kali kita menggunakan skema gross split," kata Jonan kepada wartawan selepas acara penandatanganan, Rabu (18/01). "Diharapkan dengan gross split ini, maka biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab kontraktor atau KKKS sehingga tidak membebani APBN," sambungnya.

Pihak Pertamina sendiri menyatakan siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah tersebut. "Dengan skema baru gross split ini Pertamina sebagai kontraktor kontrak kerjasama merasa tertantang untuk mengelola wilayah kerja migas secara efisien," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam kesempatan yang sama.

Dalam kontrak bagi hasil gross split Blok ONWJ ini, skema final split yang ditetapkan adalah untuk minyak 47,5 persen bagian pemerintah dan 52,5 persen bagian kontraktor. Sedangkan untuk gas pembagiannya 37,5 persen bagian pemerintah dan 62,5 persen bagian kontraktor. 

Hingga akhir tahun 2016, produksi PHE ONWJ telah mencapai tingkat produksi minyak 35,8 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 155 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Produksi minyak dan gas bumi PHE ONWJ disalurkan seluruhnya untuk kebutuhan dalam negeri.

Sejak dikembangkan total investasi yang telah dikeluarkan di blok ONWJ mencapai US$ 13,8 Milyar. Sejak tahun 2009 PT PHE ONWJ sebagai operator Blok ONWJ telah mengeluarkan total investasi sebesar US$ 3,9 Milyar.

“Ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Direktur Utama PHE R. Gunung Sardjono.

Sejak diambil alih Pertamina pada tahun 2009, produksi blok ONWJ meningkat hingga hampir dua kali lipat ke angka 40 ribu barel per hari. Selain itu, keberhasilan juga dicapai dalam pengembangan lapangan baru GG secara tepat waktu dan aman yang mampu menambah produksi gas sebesar 20 MMSCFD. 

Wilayah operasi PHE ONWJ mencakup area sekitar 8.300 kilometer persegi di Laut Jawa yang terletak di utara Kepulauan Seribu sampai perairan utara Cirebon. Fasilitas yang dioperasikan PHE ONWJ terdiri dari lebih dari 200 struktur platform, 404 jaringan pipa bawah laut sepanjang 1.900 kilometer. RH