Jumat, 03 Februari 2017

Ahmad Bambang: Saya Bisa Jadi Pesaing Pertamina Paling Kuat

Ahmad Bambang, mantan Wakil Direktur
Utama PT Pertamina (Persero).
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Baru menjabat posisi Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) sejak 20 Oktober 2016, Ahmad Bambang diberhentikan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina di kantor Kementerian BUMN, Jumat (03/02). Selain Ahmad Bambang, Dwi Soetjipto juga diberhentikan dari posisi Direktur Utama.

Isu adanya dua kekuatan di pucuk tertinggi di perusahaan pelat merah di bidang migas dan energi ini memang terus menyeruak dalam beberapa bulan terakhir, seiring hadirnya nomenklatur baru berupa posisi Wakil Direktur Utama. 

Ahmad Bambang yang akrab disapa Abe sendiri dalam beberapa bulan terakhir diterpa kasus penyediaan kapal Pertamina tahun 2012-2014 selama dirinya menjabat Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Kasusnya saat ini tengah dalam penyelidikan pihak Kejaksaan Agung.

Pada pagi hari tadi, sebelum acara RUPS Pertamina di Kementerian BUMN berlangsung, Ahmad Bambang ternyata sudah bercuit di twitter terkait pekerjaan dan tugasnya di Pertamina. 

"Alhamdulillah... telah aku tunaikan amanah ini meski dengan tertatih-tatih. Semoga bermanfaat bagi orang banyak dalam jangka panjang. Aamiin," demikian cuitan Ahmad Bambang di akun twitter @abe_ptm pada Jumat pagi pukul 06.51 WIB.

Firasat bahwa posisinya sebagai Wakil Direktur Utama di Pertamina akan diganti nampaknya sudah dirasakan Abe tepat sebulan yang lalu. Kala itu pada 3 Januari 2017, Abe bercerita kepada OG Indonesia di ruangan kantornya, tentang kemungkinan jika dirinya tak lagi bekerja di Pertamina.

Saat itu ia berkisah tentang pesannya kepada timnya di Pertamina bahwa pekerja Pertamina harus terus meningkatkan kemampuan dan potensi dirinya. "Saya selalu tantang teman-teman, kalau kalian nggak berubah, salah satu kemungkinan kalau saya sudah nggak dipakai Pertamina adalah saya menjadi pesaing Pertamina yang paling kuat," ucap Abe waktu itu 

Tantangan Abe tersebut, walau dimaksudkan untuk memotivasi karyawan Pertamina, ternyata juga bisa bermakna ganda jika berkaca pada situasi saat ini. Apakah pernyataannya tersebut akan benar jadi kenyataan di masa depan? Kiranya waktu yang akan menjawab. Namun sebelum itu Abe harus menuntaskan dulu kasusnya di Kejaksaan Agung yang masih membelitnya kini. RH