Selasa, 21 Februari 2017

Dirjen EBTKE: Sumba Iconic Island Butuh Investasi dari Swasta

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan tingkat elektrifikasi di Pulau Sumba baru mencapai 42,67%. Padahal berdasarkan inisiatif Sumba Iconic Island (SII), menargetkan rasio eletrifikasi di Sumba sudah mencapai 95% di tahun 2025.

"Rasio eletrifikasinya 95%, sekarang baru 46%, masih ada gap lumayan," kata Rida Mulyana dalam acara Sumba Investment Forum 2017 yang diadakan di Energy Building, Jakarta, Senin (20/02).

Sumba Iconic Island merupakan inisiatif pemanfaatan energi terbarukan di Pulau Sumba. Di mana pada tahun 2015 Pemerintah Indonesia melalui Kepmen ESDM No. 3051K/30/MEM/2015 telah mencanangkan Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai pulau ikonis perintis pengembangan sumber energi terbarukan di Indonesia.

Ditargetkan pada tahun 2025, tingkat elektrifikasi di Sumba mencapai 95%, dan menghasilkan energinya 100% dari sumber-sumber energi terbarukan. "Saat ini di energy mix, yang datang dari energi terbarukan baru 12%. Masih sangat lebar, tapi lebarnya itu justru menantang," ucap Rida.

Karena itu dukungan investasi dari berbagai pihak, termasuk dari pihak swasta, sangat dibutuhkan untuk merealisasikan target tersebut. Berdasarkan kajian Rencana Umum Penyediaan Energi Sumba (RUPES) yang disusun oleh ADB pada tahun 2015, untuk pencapaian rasio elektrifikasi 95% Pulau Sumba dibutuhkan total nilai investasi sebesar USD 428,4 juta. 

“Dengan nilai investasi tersebut, tentunya tidak bisa hanya berasal dari APBN dan lembaga donor, namun juga sangat dibutuhkan partisipasi dan investasi swasta," ucap Rida.

Saat ini potensi energi terbarukan di Sumba yang berasal dari energi air sebesar 7,1 Megawatt (MW), dengan kapasitas terpasang sudah ada 16 unit PLTA/PLTMH sebesar 3.393 Kilowatt (kW).

Lalu untuk energi surya terdapat potensi sebanyak 10 MW. Sementara kapasitas terpasang PLTS Terpusat sudah ada sebanyak 39 unit sebesar 1.647 kWp. Dan untuk kapasitas terpasang PLTS Tersebar terdapat 14.829 unit.

Sementara untuk pembangkit listrik tenaga bayu/angin, Sumba memiliki potensi sebesar 10 MW. Di mana kapasitas terpasang ada 100 unit dan sebesar 50 kW.

Kemudian untuk pembangkit listrik tenaga biomassa, Sumba mempunyai potensi sekitar 10 MW, dengan kapasitas terpasang sudah 1.030 kW.

Sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga biogas, di Sumba terdapat potensi energi biomassa sebesar 8.962.870 m3. Di mana kapasitas terpasang sudah ada 1.475 unit yang sudah dapat mengolah 8.210 m3 kotoran dan sampah menjadi energi. RH