Senin, 27 Februari 2017

Gas Lift Bantu Pertamina EP Lampaui Target Produksi di Poleng Field

Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina EP (PEP) yang sebagian besar aset produksinya merupakan lapangan tua berupaya mencari berbagai kiat dan inovasi agar produksi tetap terjaga, termasuk di PEP Asset 4 Poleng Field yang berada sekitar 12 mil di lepas pantai Laut Jawa.

Lewat metode optimalisasi sistem gas lift di setiap sumur produksi, pada 2016 lalu Poleng Field mampu memproduksi minyak sebanyak 2.858 barel minyak per hari (BOPD) atau 100,5% dari target RKAP 2016 (2843 BOPD). Sementara produksi gas sebanyak 5,45 juta kaki kubik gas perhari (MMSCFD) atau 126,3% terhadap RKAP 2016 (4.32MMSCFD). 

“Pertimbangan pemilihan metode gas lift pack off (GLPO) berdasarkan atas faktor efektivitas, karena Poleng Field merupakan ladang migas offshore yang menggunakan gas lift sebagai artificial lift,” ujar Charles P. Siallagan, Field Manager Poleng, seperti dikutip dari situs resmi Pertamina, Jumat (24/02). 

Charles menambahkan, sumur-sumur di Poleng Field yang sukses dalam menerapkan metode GLPO adalah: sumur CW-7 dengan produksi 700 BOPD, sumur DW-2 berhasil memproduksi 20 BOPD. Sementara sumur CW-10, awalnya berhasil mendapatkan 50 BOPD, namun mengair setelah beberapa bulan kemudian hingga 100% air. Lokasi tersebut saat ini ditutup kembali. 

“Selain itu, kami juga mereaktivasi sumur DW-9. Setelah mempelajari production history-nya, mengevaluasi tekanan sumur, dan melakukan re-setting kedalaman titik injeksi, kami berhasil mendapatkan tambahan produksi sebesar 300 BOPD,” imbuh Charles.

Terkait dengan upaya peningkatan produksi sepanjang 2017, manajemen Poleng Field merencanakan untuk memproduksikan beberapa sumur di lokasi lain. Salah satunya, memproduksikan kembali sumur AW-3 dan AW-2. 

Dari riwayatnya sumur ini pernah berproduksi sebanyak 100 BOPD secara naturally flow sebelum mati karena system back pressure. Selanjutnya, juga akan memproduksikan sumur BW-5 dan BW-6 dengan system well to well gas lift dan melakukan work over di sumur BW-2 serta BW-3. RH