Jumat, 14 April 2017

Dari Pembangkit Listrik sampai Manufaktur, GE Siap Bawa ke Era Industrial Digital

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Indonesia yang menjadi negara berpengaruh di Asia Tenggara, telah siap melompat ke era baru teknologi industrial digital. Teknologi tersebut akan menyediakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang populasinya kian tumbuh pesat, sekaligus membantu Indonesia sukses menghadapi perekonomian global yang semakin kompetitif.

Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus meningkatkan efisiensi, mempercepat pertumbuhan produktivitas dan diversifikasi ekonomi. Di mana hasil terbaik yang dapat dicapai akan terealisasi dengan memanfaatkan inovasi digital yang mulai mengubah industri, yaitu Industrial Internet. Pesan tersebut secara jelas disampaikan oleh Handry Satriago, CEO GE Indonesia, mengutip makalah "Peluang Digital Industrial di Indonesia", yang diluncurkan Kamis (13/04), dalam acara Digital Industrial Forum di Hotel Fairmont, Jakarta. 

Forum ini merupakan bagian dari transformasi industrial digital GE yang memadukan keahlian utamanya di sektor mesin-mesin berteknologi canggih dengan kemampuan analisis big data yang memungkinkan GE dan pelanggan untuk terhubung, mengetahui kondisi aset- aset mereka secara real time, sekaligus mengoptimalkan kinerja serta efisiensi aset-aset tersebut.  

“Industrial Internet mulai mengubah industri di seluruh dunia, dari sektor pembangkit dan distribusi listrik, kesehatan, transportasi hingga manufaktur. Industrial Internet memadukan analisis big data dan cloud dengan mesin-mesin industri, sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik serta peningkatan kinerja operasional,” papar Handry.

Dia menambahkan, “Indonesia memiliki kesempatan yang luar biasa besar untuk mempercepat adopsi teknologi-teknologi baru tersebut sembari mewujudkan investasinya di berbagai sektor infrastruktur penting, mulai dari sektor pembangkit dan distribusi listrik, transportasi, kesehatan, pertanian, di mana proyek-proyek baru nan penting tengah berjalan.” 

Sebagai langkah awal untuk membawa Industrial Internet ke Indonesia, GE menandatangani beberapa Nota Kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia terkait pengembangan ekosistem Industrial Internet of Things (IIOT) di Indonesia, dengan perusahaan start- up Indonesia, Dattabot, untuk mencari peluang-peluang baru kemitraan dan pemasaran solusi- solusi GE Digital, serta dengan Infrastruktur Cerdas Indonesia untuk memanfaatkan Predix sebagai platform bagi smart grid. Seluruh penandatanganan disaksikan oleh Jeffrey R. Immelt, Chairman & CEO GE.

Dalam forum ini juga menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Prof. B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3, Samuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Departemen Komunikasi dan Informasi, Jeffrey R. Immelt, serta pakar-pakar teknologi dari GE Global Research Centers dan GE Digital. Forum ini dapat memikat lebih dari 600 peserta, yang terdiri dari eksekutif bisnis senior, pengembang teknologi digital, akademisi dan pejabat pemerintah. 

Makalah "Peluang Digital Industrial di Indonesia”, ditulis oleh GE Chief Economist, Marco Annunziata, yang menguraikan secara rinci bagaimana Industrial Internet dapat membantu berbagai perusahaan industri di Indonesia menjadikan mesin-mesin operasionalnya dapat terhubung, dikaji dan kemudian dioptimalkan. 

Prinsipnya sederhana: aset-aset industrial seperti turbin pembangkit listrik, mesin jet dan alat-alat kesehatan, dilengkapi dengan sensor elektronik yang mengumpulkan sejumlah besar data ketika dipergunakan maupun dari data-data lingkungan eksternal.

Data tersebut kemudian diolah dengan perangkat lunak analisis khusus, yang memberikan informasi terbaru mengenai kinerja mesin. Kajian ini memungkinkan, tak hanya dapat mengoperasikan mesin dengan lebih efisien, tetapi juga dapat memprediksi secara akurat ketika terjadi sesuatu pada mesin yang mungkin bermasalah, dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. 

Keadaan ini memungkinkan pergeseran cara pemeliharaan, tidak lagi berdasarkan jadwal pemeliharaan melainkan berdasarkan kondisi mesin tersebut. Sehingga melakukan pemeliharaan mesin hanya bila diperlukan saja, namun tepat pada saat mesin tersebut membutuhkan pemeliharaan. Kajian tidak terbatas pada satu mesin saja, tetapi dapat menjangkau seluruh sistem, misalnya seluruh armada pesawat atau sistem pembangkit listrik. RH