Kamis, 27 April 2017

PLN Kebut Pembangunan Pembangkit dan Transmisi Listrik di Maluku Utara

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PLN terus kejar pembangunan pembangkit listrik dan jaringan transmisi di kawasan timur Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara.

Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas 30 Megawatt (MW) yang saat ini tengah dibangun di Ternate, Maluku Utara. Direncanakan PLTMG tersebut akan mulai beroperasi pada November 2017 mendatang.

"Kalau proyek ini selesai maka akan bertambah kembali daya mampu untuk sistem Ternate-Tidore sebesar 30 Megawatt dari PLTMG ini," kata Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN (Persero) di kantor pusat PLN, Selasa (25/04).

Daya mampu sistem Ternate-Tidore sendiri pada saat ini sekitar 50 MW, dengan beban puncak hanya 32 MW. "Jadi sudah ada cadangan kurang lebih 18 Megawatt," terang Haryanto.

Sementara untuk membangun jaringan transmisi di pulau terbesar di Maluku Utara yaitu Pulau Halmahera, PLN tengah melakukan upaya pembebasan lahan. "Transmisi mulai dari arah utara dari Tobelo, Malifut, Jailolo, lalu ke selatan ada ibukota Maluku Utara yaitu Sofifi, dan ke arah Halmahera Timur ada Maba," paparnya seraya menerangkan jaringan transmisi tersebut diharapkan bisa beroperasi pada tahun 2019.

Ditambahkan olehnya, bahwa di jalur transmisi di Pulau Halmahera tersebut juga sedang dan akan dibangun beberapa pembangkit listrik. "Pertama, ada Tobelo yang untuk tahap pertama akan dipasang 10 Megawatt dan beroperasi tahun 2018," ujarnya.

Lalu, di Malifut juga akan dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas 5 MW yang rencananya beroperasi tahun 2018. Sementara di Sofifi akan dibangun sebesar 10 MW dan akan beroperasi tahun 2018. 

"Di Sofifi ini sekarang juga sedang dibangun PLTU reguler, ini kontrak tahun 2012, ini 2x3 (MW), dan diharapkan akan menambah daya terpasang di sistem ini untuk meng-cover perkembangan beban yang ada di Pulau Halmahera," bebernya.

Di Halmahera sendiri terdapat pusat pertambangan nikel yang tentunya membutuhkan pasokan listrik yang mencukupi. "Dengan adanya transmisi ini maka akan membuka daerah ini sehingga PLN bisa mensuplai dan melayani industri pertambangan yang tersebar di Halmahera," pungkasnya. RH