Jumat, 07 April 2017

PLTA Jatigede 2x55 MW Tambah Porsi EBT Untuk Jawa-Bali

PLTA Jatigede
Foto : Edi
Sumedang, OG Indonesia-- PLTA ini terletak di Kabupaten Sumedang yang meliputi Kecamatan Jatigede (Desa Kadujaya, Desa Cijeungjing, dan Desa Karedok) dan Kecamatan Tomo (Desa Cipeles). Dari dua kecamatan tersebut, PLN membebaskan lahan masyarakat seluas ± 88,75 Ha dan lahan kehutanan seluas ± 52,78 Ha, sehingga seluruh luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan PLTA Jatigede adalah ± 141.53 Ha.


Nasri Sebayang selaku Direktur Regional Bisnis Jawa Bagian Tengah, PT Perusahaan Listrik Negara menjelaskan, pembangunan PLTA Jatigede, Sumedang Jawa Barat, berkapasitas 2 x 55 MW telah dilakukan sejak 1960. Sebagai bagian dari program 35.000 MW, PLTA Jatigede akan siap beroperasi Mei 2019.

PLTA ini memperkuat kelistrikan Jawa-Bali (Jabal). Selain itu, kelistrikan Jawa Barat akan meningkatkan dengan rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2018,” ucap Nasri di sela-sela media visit di PLTA Jatigede, Sumedang, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, Regional bagian tengah Lokasi dimana terdiri jateng, jabar, dan jogja. Jawa-Bali itu 2016 gunakan energi 75% dari seluruh energi di indonesia 40%nya ada di bagian tengah ini dan regional terbesar dalam penggunaan energi di seluruh indonesia. Jumlah pelanggan listrik di jawa Tengah mencapai  21,7 juta dan pelanggan listrik PLN di bagian Jawa Barat mencapai 23,1 juta. Dengan adanya PLTA Jatigede diharapkan pada tahun 2019 akan meningkat lagi,” tambah Nasri.

PLTA Jatigede
Foto : Edi


Pembangunan PLTA Jatigede saat ini tengah dilaksanakan dan progress-nya mencapai 19,04%. Beberapa konstruksi bangunan yang sedang dalam tahap pembangunan diantaranya Adit Tunnel No. 1 and 2, Power Station Silo 1 and 2, Tailrace Surge Shaft, Tailrace Tunnel, Surge Shaft section 2 dan Bifurcation at Silo 2. Targetnya, keseluruhan konstruksi bangunan dapat selesai pada tahun 2019 agar segera dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan sistem listrik di sub-sistem Bandung Selatan.

Selain itu, PLTA Jatigede juga dibangun untuk mengurangi beban SUTT 150 kV Sunyaragi-Rancaekek, meningkatkan green energy mix di sistem Jawa-Bali, menurunkan biaya pokok produksi keseluruhan karena penggunaan energi air, dan estimasi BEP adalah 5 s/d 6 tahun. Nantinya, PLTA ini akan memasok listrik Gardu Induk (GI) Sunyaragi (Cirebon), GI Rancaekek (Bandung) dan GI Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati).

PLTA Jatigede
Foto : Edi

Sejalan dengan proses pembangunan proyek pembangkit tersebut, PLN pun melaksanakan beberapa program sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya bagi warga terkena proyek (WTP). Seperti halnya bantuan infrastruktur untuk program Resettlement di Kecamatan Jatigede bagi WTP yang mencapai Rp 16,7 Milyar.

Bantuan Resettlement tersebut berupa fasilitas lahan dan pembangunan fasos/fasum seperti sarana dan prasarana ibadah, gedung olahraga, balai desa, puskesmas, sekolah, dan pembuatan saluran air.

Nasri menambahkan, "Beban maksimum Jawa-Bali pada Tahun 2019-2020 akan masuk tambahan 300 MW jadi kita sangat yakin Jawa Bagian Tengah akan mendukung sistem Bali dan Jawa Bagian Barat dan Timur. PLTA Jatigede  sangat berarti untuk nambah  porsi Energi Baru Terbarukan,"pungkasnya. ET