Kamis, 06 April 2017

PLTGU Cilegon Turut Jaga Keandalan Listrik Jawa-Bali

Foto-foto: Hrp
Serang, OG Indonesia -- Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon yang berlokasi di Jalan Bojonegara, Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Serang, Banten, turut menjaga keandalan kelistrikan Jawa-Bali. Rumah tangga serta industri di sekitar Banten pun turut menikmati listriknya.

Diterangkan oleh Zuhdi Rahmanto, General Manager Unit Jasa Pembangkitan (UJP) Cilegon, bahwa pembangkit yang dikelola oleh anak usaha PLN yaitu PT Indonesia Power ini dapat membangkitkan listrik sekitar 660-665 Megawatt (MW). Kapasitas terpasang PLTGU ini sendiri bisa mencapai 740 MW.

"Di sini kami mengelola gas turbin dua unit dan steam turbin satu unit," jelas Zuhdi kepada wartawan termasuk OG Indonesia di lokasi PLTGU Cirebon, Kamis (06/04). Masing-masing gas turbin dapat memproduksi listrik sebesar 240 MW. Sementara panas yang dihasilkan dari gas turbin dapat digunakan untuk memanaskan air dan menghasilkan uap yang dipakai untuk menghidupkan steam turbin dan dapat menghasilkan listrik sampai 260 MW.

Kebutuhan gas untuk PLTGU Cilegon sebesar 110 billion british thermal unit per day (bbtud). Sebanyak 80 bbtud dipasok dari Blok South East Sumatera (SES) yang dikelola oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd. Sementara sisanya sebesar 30 bbtud disuplai dari PT PGN.

"Pasokan dari CNOOC sudah kami terima sejak tahun 2006 sampai sekarang, sedangkan untuk PGN masuk sekitar tahun 2010," terang Zuhdi. Harga gas yang sampai pada PLTGU ini senilai USD 6,7 per mmbtu. Dengan harga gas yang cukup murah tersebut, maka Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik dari pembangkit ini hanya Rp 750 per kWh. Angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai Rp 983 per kWh.

Ditambahkan oleh Muhammad Salman, Senior Head Operational and Finansial CNOOC, di tempat yang sama, bahwa kontrak jual-beli gas dengan PLTGU Cilegon yang dimulai sejak 12 Desember 2004 akan berakhir pada 5 September 2018. “Ini bersamaan dengan berakhirnya (kontrak pengelolaan) Blok SES," kata Salman.

Kemungkinan nantinya Blok SES akan diserahkan Pemerintah kepada anak usaha Pertamina yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE). Diungkapkan Salman, pasokan gas ke PLTGU Cilegon dari blok tersebut kemungkinan masih terus dilakukan, namun semuanya bergantung pada keputusan Pertamina sebagai kontraktor baru.

Listrik yang dihasilkan dari PLTGU Cilegon sendiri akan masuk ke sistem kelistrikan Jawa-Bali lewat jaringan transmisi 15 kV. Listrik tersebut dapat dimanfaatkan oleh rumah tangga serta industri-industri yang berada di seputaran Banten.

"Jadi di sini banyak sekali kawasan industri dan listrik yang kami produksi utamanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut," sambung Zuhdi Rahmanto. RH