Minggu, 09 April 2017

Transaksi Hulu Migas Lewat Bank BUMN Tembus USD 62 Miliar

Serang, OG Indonesia -- Sampai Februari 2017, persentase penggunaan local content pada pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas mencapai 46,17 %. Dan berdasarkan data SKK Migas, kiprah BUMN sekarang cukup signifikan dalam industri hulu migas Tanah Air.

PIhak SKK Migas menyebutkan, bahwa dari tahun 2010 sampai Februari 2017, jumlah pengadaan barang dan jasa pada industri hulu migas yang melibatkan BUMN sudah mencapai sekitar USD 5,8 miliar. 

Di mana salah satu sektor yang ikut merasakan multiplier effect sektor hulu migas adalah perbankan nasional. Sebabnya, sejak tahun 2009, seluruh KKKS diwajibkan untuk menggunakan bank nasional untuk transaksi bisnis mereka. 

Menurut data SKK Migas, dari April 2009 sampai Februari 2017, jumlah transaksi industri hulu migas melalui bank BUMN/BUMD telah mencapai USD 62,21 miliar. Dikatakan oleh Sri Indhira, VP Transactional Banking & Services BNI Sri Indhira, keterlibatan industri perbankan nasional tersebut pastinya dapat memberikan manfaat nyata secara komersial. 

"Di samping itu juga membantu bank untuk terus memperbaiki sistem dan pelayanannya menyesuaikan dengan kebutuhan industri hulu migas," kata Sri Indhira dalam acara Sarasehan Jurnalis SKK Migas di Hotel Aston Anyer, Jumat (07/04).

BNI saat ini mengelola transaksi operasional 40 grup KKKS. Pada tahun 2016, volume transaksi 40 grup KKKS melalui BNI mencapai Rp 132 triliun. Perlu diketahui, BNI bersama dengan bank dan lembaga keuangan nasional dan internasional juga mendukung financing untuk Proyek Train 3 Tangguh. RH