Senin, 15 Mei 2017

Eni Mulai Produksi Gas dari Proyek Jangrik

Foto: eni.com
Milan, OG Indonesia -- Eni mengumumkan telah memulai produksi gas dari Proyek Jangkrik yang bersumber dari lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East, di Blok Muara Bakau yang berada di Kutai Basin, Selat Makassar. Produksi gas dari lapangan offshore laut dalam ini bahkan bisa dimulai lebih cepat dari jadwal seharusnya pada akhir Mei hingga Juni 2017.

Produksi berasal dari sepuluh sumur deep-water subsea yang terhubung dengan Floating Production Unit (FPU) Jangkrik yang baru saja rampung dibangun. Secara bertahap, produksi gasnya akan mencapai 450 million standard cubic feet per day (mmscfd), atau setara dengan 83.000 barrels of oil equivalent per day (boed). 

Gas yang diproses di FPU kemudian akan mengalir melalui pipa sepanjang 79 kilometer menuju fasilitas penerima di onshore yang semuanya dibangun oleh Eni. Selanjutnya, gas masuk ke sistem transportasi gas Kalimantan Timur dan akan mencapai Kilang LNG Bontang. Nantinya, volume gas dari Jangkrik akan disuplai untuk mememuhi kebutuhan domestik serta kebutuhan LNG untuk diekspor.

"Kami bangga atas apa yang telah kami capai dari Jangkrik Development Project," kata Eni CEO Claudio Descalzi, seperti dikutip dari situs resmi perusahaan, Senin (15/05). Ditambahkan olehnya, penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target menunjukkan strategi yang tepat serta kemampuan Eni secara global.

Dengan mulai berjalannya produksi dari Proyek Jangkrik, Eni juga akan memanfaatkan FPU Jangkrik untuk menjadi hub dalam pengembangan lapangan gas terdekat Eni di Kalimantan Timur yaitu Lapangan Merakes, Blok East Sepinggan. Di blok tersebut Eni bertindak sebagai operator dengan participating interest (PI) sebesar 85%, dan sisanya sebesar 15% dikuasai Pertamina. Lapangan Merakes sendiri diperkirakan akan mulai berproduksi dua tahun lagi.

Sementara di Blok Muara Bakau sendiri, Eni bertindak sebagai operator dengan menguasai PI sebesar 55% lewat Eni Muara Bakau B.V. Partner lainnya adalah ENGIE E&P dengan PI 33,334% dan PT. Saka Energi Muara Bakau dengan besaran PI sekitar 11.666%. RH