Rabu, 03 Mei 2017

Gubernur Riau: Daerah Penghasil Minyak Belum Dapat Bagian Maksimal


Gubernur Riau bertemu Wakil Menteri
ESDM di Jakarta.
Foto: Humas Riau
Jakarta, OG Indonesia -- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bertemu dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Selasa (02/05) malam. Berbagai hal dibahas, termasuk harapan Riau agar sumber daya minyak lebih menguntungkan daerah penghasil.

Pada saat ini Provinsi Riau menyumbang sekitar 41 persen dari total produksi minyak nasional. Dengan demikian, Provinsi Riau masih tercatat sebagai provinsi dengan produksi minyak terbesar di Indonesia.

Di Riau sendiri terdapat lima blok yang masih terus berproduksi yaitu Blok Rokan, CPP, Langgak, Siak dan Kampar. Blok CPP dan Langgak telah dikelola penuh oleh perusahaan daerah Riau bekerjasama dengan Pertamina.

Dan dari lima blok tersebut, tinggal satu blok yaitu Blok Rokan yang masih dikelola pihak asing yaitu PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Blok Rokan merupakan sumber ladang minyak berproduksi tertinggi di Riau saat ini yaitu sekitar 300 ribu barel per hari. Kontrak PT CPI di blok tersebut akan akan habis pada 2021 mendatang.

Seperti dikutip dari riaubook.com, saat bertemu dengan Wamen ESDM, pihak Gubernur Riau berharap agar bisnis perminyakan di Riau kian kondusif dan dapat lebih menguntungkan daerah penghasil.

"Selama ini daerah penghasil belum mendapatkan bagian yang maksimal. Sudah seharusnya Riau mendapat keuntungan yang berkeadilan dari minyak ini. Apalagi sudah puluhan tahun Riau memberikan kontribusi yang sangat besar kepada negara dengan hasil minyak ini," kata Gubernur Riau. RH