Senin, 22 Mei 2017

Menteri ESDM Resmikan Proyek Kompresi Sumpal-ConocoPhillips

Foto: SKK Migas
Musi Banyuasin, OG Indonesia -- Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Presiden Direktur ConocoPhillips (Grissik) Indonesia Ltd., Bijan Agarwal, pada hari Minggu (21/05) meresmikan proyek kompresi Lapangan Sumpal (Sumpal Compression Project) di Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ConocoPhillips.

Proyek yang mampu selesai tiga bulan lebih cepat dari target ini telah beroperasi pada April 2017, dari rencana awal pada Juli 2017. Menteri Jonan mengapresiasi keberhasilan proyek yang selain lebih cepat dari target, juga dapat diselesaikan dalam 3.248.149 jam kerja dengan zero accident.

Menteri ESDM menekankan bahwa keselamatan adalah nomor satu, karena tanpa jaminan keselamatan maka putra-putri terbaik dunia enggan bekerja di lapangan lagi. "Generasi sekarang, kalau bekerja di perusahaan yang tidak mengutamakan safety, pasti tidak mau. Berapa pun penghasilannya. Penting sekali industri ini (minyak dan gas) tetap seperti ini, supaya menarik generasi muda", kata Jonan.

Ia pun mengapresiasi dua hal lain dari Sumpal Compression Project, yaitu melibatkan tenaga kerja lokal dan efisiensi biaya produksi. "Produk migas tidak ada yang bisa menentukan harganya. Kalau kita tidak bisa menentukan harga jual, kita harus efisien. Jadi ada empat hal yang saya apresiasi, safety, community development, cost efficiency, dan ketepatan waktu", tambahnya.

Seperti dikemukakan Bijan Agarwal, proyek dilaksanakan pada area brown field tanpa mengganggu kegiatan rutin operasi produksi, meminimalisir gangguan ke masyarakat sekitar, dan melibatkan tenaga kerja lokal/nasional. "Sumpal Compression Project memiliki presentasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 58,96%", ujarnya.

Agarwal juga menegaskan bahwa proyek ini tidak mengganggu kegiatan rutin operasi produksi (no lost production opportunity). Sumpal Compression Project berhasil mengoptimalkan volume produksi dari 265 MMSCFD menjadi 310 MMSCFD . Proyek ini diproyeksikan selesai dengan nilai biaya 25% di bawah nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui, yaitu sebesar US$ 222,9 juta menjadi US$ 163,6 juta.

Proyek kompresi Lapangan Sumpal yang diresmikan meliputi 1 tingkat sistem kompresi (3 unit) Gas Turbine Compressor (GTC) total 24.000 Horse Power, 2 unit Gas Turbine Power Generation masing-masing 1 MW, ruang kendali (Process Control System dan Safety Instrumented System) instrumentasi dan elektrikal, dan perluasan area operasi. RH