Jumat, 12 Mei 2017

Merger GE dan Baker Hughes akan Rampung Juli 2017

Iwan Chandra, Presiden Direktur
GE Oil & Gas Indonesia.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- General Electric (GE) kian menancapkan kegiatan bisnisnya di sektor migas. Pada pertengahan tahun ini, proses merger antara GE Oil & Gas dengan Baker Hughes diperkirakan sudah akan rampung.

"Nanti akan listed sebagai Baker Hughes-GE Company yang akan menjadi penyedia jasa dan teknologi yang lebih luas jangkauannya di oil and gas dari company yang ada pada saat ini," kata Iwan Chandra, Presiden Direktur GE Oil & Gas Indonesia dalam acara GE Oil & Gas "Decoding the Oil & Gas Industry" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (09/05) lalu.

Diperkirakan nilai merger ini sekitar US$ 20 miliar atau senilai Rp 260 triliun. Iwan menambahkan, dengan merger tersebut GE Oil & Gas maka perusahaannya akan kian aktif di bidang migas termasuk di upstream migas. "Yaitu dari pengeboran, eksplorasi, completion, sampai ke produksi," ucapnya.

Diungkapkan olehnya, bahwa saat ini proses merger tersebut sedang berjalan. "Merger kita sedang berjalan dan kita mengikuti peraturan dan selama ini berjalan lancar. Dan terakhir, mungkin pertengahan tahun ini pada Juli sudah finalized," tuturnya. 

Diceritakan Iwan, dengan merger ini maka kegiatan GE di sektor hulu migas termasuk di Indonesia akan kian bertambah. Di sektor migas sebenarnya GE sudah lama bermain di Indonesia terutama di midstream migas

Di mana GE sudah berpengalaman di bidang LNG sejak tahun 1950-an di LNG Arun, Aceh. Selanjutnya GE juga masuk ke proyek LNG Badak, LNG Tangguh Train III, sampai LNG Donggi Senoro. 

Saat ini GE bahkan tengah membidik proyek di Blok Masela, dan masih menunggu dibukanya tender-tender proyek di Blok Masela. "Inpex Masela itu target kami, tapi itu kan tender," ujar Iwan. RH