Kamis, 04 Mei 2017

Siemens Bangun Wind Farm Pertama di Indonesia


Jakarta, OG Indonesia -- Seiring dengan permintaan listrik di Indonesia yang meningkat lebih dari 8% per tahun, PT Siemens Indonesia menganggap Indonesia sebagai pasar yang sangat menarik dan terus berkembang. Namun di sisi lain, kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Siemens.

Karena itu ada tiga hal yang harus dipertimbangkan guna memenuhi kebutuhan pasar tersebut, antara lain meliputi: Ketersediaan (availability), Keberlanjutan (sustainability) dan Jangkauan (affordability). "Tantangannya adalah menemukan dan menggunakan teknologi yang tepat untuk bauran energi yang telah direncanakan," kata Josef Winter, CEO PT Siemens Indonesia acara Energy Forum Indonesia 2017 di Hotel Shangri La Jakarta, Rabu (03/05). 

Forum perdana yang dihelat oleh Siemens Indonesia ini mengangkat tema “Mendukung infrastruktur energi Indonesia melalui peningkatan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri), peningkatan kompetensi nasional dan digitalisasi.”

Diterangkan oleh Winter, desentralisasi pembangkit tenaga listrik di Indonesia diperlukan mengingat kondisi geografis yang tersebar di pulau-pulau. "Selain memperluas kapasitas pembangkit batu bara dan gas, pemerintah perlu mendorong pengembangan energi terbarukan," ucapnya. 

Siemens sendiri memiliki produk dan solusi guna mendukung pembangkit listrik dengan energi  terbarukan. "Ada turbin angin berkelas dunia yang akan dipasang di Sulawesi, selain itu kami juga mampu memberikan solusi handal untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Hybrid. Teknologi ini dapat menggabungkan fasilitas gas atau diesel yang telah ada atau yang baru dengan energi terbarukan seperti matahari atau angin bahkan untuk jaringan listrik yang sangat kecil atau berada di daerah terpencil," paparnya panjang.

Untuk proyek turbin anginnya di Sulawesi Selatan, dipaparkan lebih lanjut oleh Bernaud Stuckart, Head of Power and Gas Division PT Siemens Indonesia, bahwa perusahaannya akan membangun wind farm pertama di Indonesia. "Ada 20 turbin angin yang masing-masing turbinnya berkekuatan 3,5 sampai 3,6 Megawatt," tuturnya.

Dalam proyek bernama Wind Farm Tolo I 72 MW di Jeneponto, Sulawesi Selatan ini, Siemens bekerjasama dengan Equis Group yang memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN. "Eksekusinya sudah dimulai, dan karena kita sebagai pionir maka saat ini kami menguasai 100 persen market share dari segmen energi angin di Indonesia," pungkasnya. RH