Jumat, 26 Mei 2017

Supreme Energy Bor Sumur ke Tujuh di WKP Muara Laboh

Solok Selatan, OG Indonesia -- PT Supreme Energy Muara Laboh, pada hari Rabu (24/05), secara resmi mulai melakukan pengeboran sumur eksploitasi di WKP Liki Pinangawan Muara Laboh. Peresmian tersebut dihadiri oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, Sesditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Agus Tribusono dan CEO Supreme Energy Supramu Santosa. Hadir pula Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat dan Wakil Bupati Solok Selatan.
 
Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak mengatakan kapasitas terpasang panas bumi saat ini baru sebesar 1698,5 MW. Sehingga untuk mengejar target capaian panas bumi sesuai KEN yang sebesar 7.200 MW pada tahun 2025, perlu tambahan kapasitas sekitar 5.500 MW lagi.

"Ini merupakan tugas berat dan tidak gampang. Kita harapkan kerja sama semua stakeholder terkait, seperti kehutanan, keuangan, pemda dan pemerintah pusat dalam memberikan insentif dan kemudahan perizinan untuk kelancaran pengembangan panas bumi," kata Yunus. 

Karena itu Yunus mengapresiasi pihak Supreme yang terus mengerjakan kegiatan pengeboran panas bumi. Sumur yang diresmikan pengeborannya pada Rabu lalu tersebut merupakan sumur ke 7 dari rencana 19 sumur yang akan dibor oleh Supreme. 

Nantinya, sumur-sumur tersebut akan menyuplai uap ke PLTP Muara Laboh Unit 1 dengan kapasitas 80 MW yang akan beroperasi secara komersial pada tahun 2019. Pada saat sudah beroperasi nanti, PLTP Muara Laboh diperkirakan akan mampu melistriki sekitar 120.000 rumah tangga pada sub sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara. 

Untuk pengembangan PLTP unit 1 sebesar 80 MW tersebut, nilai investasi yang ditanamkan oleh PT Supreme Energy Muara Laboh sebesar USD 580 juta atau setara dengan Rp 7,7 triliun.

Diharapkan juga, proyek PLTP Muara Laboh akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Solok Selatan serta Sumatera Barat, melalui penciptaan lapangan kerja selama proyek berlangsung maupun lewat program pengembangan masyarakat yang dilakukan PT Supreme Energy Muara Laboh. RH