Kamis, 18 Mei 2017

Teknologi Pembangkit GE, Mampu Ciptakan Efisiensi Hingga US$ 80 Juta Per Tahun


Hasil gambar untuk ge electrics super critical di indonesiaJakarta, OG Indonesia-- General Electric (GE) Power terus mengembangkan teknologi yang diterapkan pada power plant untuk lebih modern dan efisien. Melihat kebutuhan energi yang semakin tinggi, tentunya hal tersebut harus di dukung melalui teknologi pada mesin pembangkit listrik untuk menciptakan efisiensi dalam menggunakan bahan bakar, namun menghasilkan daya yang maksimal. 



Seperti disampaikan Chief Executive Officer (CEO) GE Indonesia, Handry Satriago, GE juga mendukung pembangunan pembangkit listrik dalam negeri yang memiliki kemampuan memproduksi boiler pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kapasitas 1.000 Megawatt (MW) yang menggunakan teknologi Ultra-Super Critical (USC) dan Advance Ultra-Super Critical (AUSC) pada pembangkit listrik.

“Dengan teknologi yang sangat terbaru, Ultra-Super Critical dan Advance Ultra-Super Critical, kami membuktikan bahwa batu bara bisa terus memainkan peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi yang bisa diandalkan dan yang berkelanjutan di dalam negeri,”jelas Handry pada saat merilis teknologi terbaru ini di Jakarta, (18/05).

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2017-2026, bauran energi untuk batu bara pada 2025 ditargetkan sebesar 50% dari total energi primer, gas ditargetkan sebesar 26%, dan bahan bakar minyak (BBM) diharapkan kurang dari 0,5%, sementara untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 22,5%.

Ditambahkan juga oleh Pascal Radue selaku Head of Clean Combustion Business GE Steam Power System, bahwa fokus pengembangan teknologi pembangkit listrik advance ultra supercritical tenaga batu bara ini dapat menghemat sekitar 105.000 ton batu bara per tahun, penghematannya bisa sampai US$ 80 juta per tahun. 

“Teknologi pembakaran ultra-supercritical juga bisa mengurangi biaya operasi keseluruhan dari pembangkit listrik, Kebutuhan energi di Asia Tenggara terus meningkat dan batu bara tetap merupakan bagian vital dalam rantai pasokan energi,”pungkasnya. MB