Selasa, 06 Juni 2017

BPH Migas Jadi Koordinator Posko Nasional ESDM Selama Lebaran

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa
(tengah) dalam konferensi pers terkait
kesiapan Posko Nasional ESDM untuk
Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Posko Nasional ESDM untuk Hari Raya Idul Fitri 1438 H/Tahun 2017 dibuka di kantor BPH Migas, bilangan Tendean, Jakarta Selatan. Kepala BPH Migas pun ditunjuk sebagai Koordinator Posko Nasional tersebut.

Keputusan tersebut sesuai instruksi Menteri ESDM tanggal 29 Mei 2017. Sebagai konsekuensinya, maka BPH Migas tidak hanya mengkoordinasikan penyediaan dan pendistribusian BBM saja, tetapi juga mengkoordinasikan seluruh sektor ESDM lainnya yaitu kelistrikan, LPG, BBG, Obyek Vital Hulu dan Hilir Migas termasuk juga pemantauan potensi bencana (geologi).

Dikatakan oleh Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, lembaganya akan menjadi koordinator dari posko nasional sektor ESDM dalam menyambut momen Lebaran tahun ini. "Tidak hanya masalah penyediaan dan distribusi BBM sebelum dan sesuadah Idul Fitri, tetapi juga kesiapan listrik PLN, kesiapan BBG yang ada terlibat Pertamina dan PGN, kemudian kesiapan elpiji tiga kilo, sampai dengan kesiapan terhadap bencana," ucap Fanshurullah di kantor BPH Migas, Senin (05/06).

Tim inti Posko Nasional ESDM terdiri dari Kementerian ESDM, BPH Migas, Badan Geologi, PLN, Pertamina, PGN, Pertagas Niaga, AKR Corporindo, Shell Indonesia, dan Total Oil Indonesia. Masa kerja posko ini akan dimulai sejak 10 Juni 2017 sampai dengan 11 Juli 2017. 

BPH Migas sebagai koordinator posko ini akan menyediakan ruangan khusus di lantai 5 kantornya sebagai tempat pengendalian dan pemantauan secara real time dan video conference dari berbagai titik kritis di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna memastikan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Ditegaskan Fanshurullah, pihak Pemerintah tidak mau kejadian seperti Brebes Exit (Brexit) tahun 2016 terulang kembali. "Kita tidak mau terjadi kembali kejadian di tahun 2016 di mana tidak mampu kita antisipasi yang terjadi di Brexit itu," kata dia. "Kalau terjadi worst case-nya kemacetan yang luar biasa, jangan sampai terjadi kelangkaan BBM yang mesti disuplai ke kendaraan yang mengalami macet tersebut," sambungnya.

Karena itu koordinasi dari Posko Nasional ESDM akan dilakukan setiap minggu pada setiap hari Senin pukul 13.00. Selain itu setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu direncanakan dilakukan kunjungan dan pemantauan ke lapangan untuk melakukan preventive action dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Ditambahkan olehnya, dari sisi ketahanan stok bahan bakar nasional, untuk Pertamina siap dengan ketahanan stok Solar/Bisolar sampai 28 hari, Premium (22 hari), Pertalite (22 hari), Pertamax (22 hari), Pertamax Turbo (24 hari), Pertadex (25 hari), Kerosene (68 hari), Avtur (24 hari), dan LPG (14 hari).

Sementara rata-rata ketahanan stok nasional harian PT AKR Corporindo Tbk mencapai 32 hari untuk Minyak Solar (AKRASOL), dan 164 hari untuk Bensin RON 92 (AKRA 92). "Cadangan operasional badan usaha sangat aman," tutup Fanshurullah. RH