Selasa, 13 Juni 2017

Era Disruption, Perusahaan Migas Juga Harus Berubah

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Apalagi di tengah era disruption seperti saat ini di mana perubahan terjadi dengan sangat cepat termasuk dalam dunia bisnis.

"Adalah gila mengharapkan hidup lebih baik tapi melakukan hal yang sama berulang-ulang, Einstein yang ngomong begitu," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali di acara kuliah tamu rutin Universitas Pertamina yang mengangkat tema “Disruption – Menghadapi Lawan-lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber”, di Kampus Universitas Pertamina, Simprug, Jakarta, Senin (12/06).

"Karena itu harus melakukan cara dan metode baru, karena sekarang persaingan bukan produk lawan produk, tetapi business model dengan business model," sambung Rhenald Kasali.

Ditambahkan olehnya, bahwa saat ini gelombang perubahan di dunia sangat besar dipengaruhi oleh teknologi informasi. Hal ini berimbas dalam dunia bisnis, seperti dalam kasus terpukulnya perusahaan taksi konvensional dengan menyeruaknya bisnis taksi online yang seolah seperti lawan yang tak kelihatan.

Dalam industri energi, diterangkan Rhenald Kasali, kemapanan perusahaan-perusahaan minyak dan gas dunia juga akan dipertanyakan masa depannya, seiring mulai dimanfaatkannya energi bersih ketimbang energi fosil yang kotor.

“Begitu juga dalam sektor energi. Yang tadinya bersumber dari energi fosil, lama-lama bergeser ke energi baru terbarukan. Energi tersebut mau tidak mau yang akan dipakai untuk di masa depan nanti,” ucapnya.

“Kita harus sadar kalau kita enggak berubah maka kita enggak bisa survive,” tutupnya mengingatkan. RH