Jumat, 09 Juni 2017

Jonan Tawarkan WK Migas ke BUMN Tiongkok

Foto: SKK Migas
Beijing, OG Indonesia -- Menteri ESDM Ignatius Jonan berkunjung ke kantor dari tiga badan usaha milik negara (BUMN) Tiongkok yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi di Beijing pada Selasa, 7 Juni 2017.

Ketiga BUMN tersebut adalah China National Petrolium Corporation (CNPC), China Petrochemical Corporation (Sinopec), dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). Selain itu, Jonan juga berkunjung ke kantor CITIC yang bisnis utamanya di pasar modal, tetapi memiliki investasi di hulu migas di Indonesia.

CNPC berada di urutan 3 dalam daftar Fortune 500 tahun 2016, Sinopec posisi 4, CNOOC di peringkat 109, dan CITIC di nomor 156. Pertamina yang merupakan BUMN Indonesia berada di peringkat 230.  

"Saya mengundang mereka untuk meningkatkan investasi di hulu migas Indonesia," kata Jonan, Rabu (07/06), mengungkapkan alasan kunjungannya ke tiga BUMN dari negara Tiongkok tersebut.

Pada saat ini, semua BUMN Tiongkok yang disambangi Jonan tersebut, nilai investasinya di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan ukuran bisnis mereka. Oleh karena itu, menurut Menteri ESDM, sangat potensial bagi mereka untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Dutambahkan Jonan, Wilayah Kerja (WK) Migas yang ditawarkan adalah WK yang sedang dilelangkan oleh Direktorat Jenderal Migas, lapangan-lapangan “mature” yang bisa dikerjasamakan dengan Pertamina atau operator lain, serta adanya kebutuhan teknologi EOR (enhanced oil recovery) yang diperlukan oleh Indonesia. Selain itu dijajaki minat mereka untuk berinvestasi di industri petrokimia yang potensial untuk daerah Teluk Bintuni di Papua dan Masela di Maluku Tenggara Barat.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi  yang mendampingi Menteri ESDM dalam kunjungannya ke Tiongkok, mengatakan para petinggi CNPC, Sinopec, CNOOC dan CITIC menyatakan tertarik untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. 

Perusahaan-perusahaan tersebut melihat bisnis yang bagus untuk menambah investasi di Indonesia dalam waktu dekat. Bahkan mereka meminta dukungan penuh dari Menteri ESDM untuk merealisasikan proses tersebut. "Sinopec bahkan memikirkan untuk studi awal terkait dengan peluang industri petrokimia di Teluk Bintuni dan Masela,” ujar Amien. RH